oleh

Butuh Pelabuhan Menuju Pulau Gili Labak Sumenep

SUMENEP (PortalMadura) – Warga masyarakat Pulau Gili Labak maupun masyarakat yang hendak ke pulau tersebut perlu bersabar dan hati-hati saat akan menaiki atau mau turun dari perahu.

Sebab, disaat air laut surut maupun pasang harus berjalan beberapa meter untuk sampai ke penambatan perahu. Sehingga warga setempat maupun pendatang harus rela basah dari kaki sampai dibawah lutut.

Kondisi ini, terjadi didua sisi, baik di Pulau Gili Labak maupun di dua tempat yang dijadikan pintu masuk untuk menuju ke pulau tersebut. Dua lokasi itu yakni di Desa Essang dan Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, Jawa Timur.

Pulau Gili Labak, masuk Desa Kombang, Kecamatan Talango (Kepulauan Poteran) yang mempunyai luas lima hektare (ha) dan dihuni sekitar 35 kepala keluarga (KK).

Bupati Sumenep, Busyro Karim mengakui jika untuk mengembangkan Pulau Gili Labak masih perlu pembangunan Pelabuhan.

“Pihak investor juga minta pembangunan pelabuhan,” kata bupati, Senin (20/1/2014).

Pihaknya terus berusaha untuk mencari terobosan, sehingga wilayah Sumenep menjadi salah satu rujukan wisata, baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara.

“Kalau investor yang sudah tahu Pulau Gili Labak, siap mengembangkan wisata disana. Bahkan, semua fasilitas di pulau itu pihak investor yang akan membangun. Cuma permintaannya bangun dulu pelabuhan dan jaminan keamanan,” tandasnya.(htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE