4 Daerah di Indonesia Miliki Ritual Unik Sambut Gerhana

Avatar of PortalMadura.com
4 Daerah di Indonesia Miliki Ritual Unik Sambut Gerhana
Ilustrasi (Nu.or.id)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Termasuk kebudayaan masyarakat saat terjadi gerhana matahari. Menyambut gerhana ini masyarakat di setiap daerah memiliki ritual yang unik.

Anda harus tahu daerah yang memiliki tradisi unik untuk menyambut gerhana matahari dilansir dari laman Travelingyuk.com, Rabu (24/6/2020)

Kesultanan Tidore

Masyarakat Tidore memiliki tradisi unik menyambut gerhana matahari. Tradisi ini disebut dengan Dolo-dolo, tradisi ini dilakukan dengan memukul kentungan yang terbuat dari bambu. Selain memukul alat ini, masyarakat di tidore juga memukul tifa dan peralatan dapur agar muncul suara bising.

Yogyakarta

Daerah Yogyakarta dalam menyambut gerhana matahari ada tradisi yang namanya Gejog Lesung. Melakukan tradisi ini diperlukan enam orang untuk memukul lesung tempat menumbuk padi. Alat pukul yang digunakan yaitu alu atau kayu penumbuk, sehingga nanti akan menimbulkan irama saat dipukulkan ke lesung. Masyarakat yogyakarta percaya gerhana ini terjadi karena ada raksasa Batara yang akan memakan matahari.

Baca Juga:  5 Surat Yang Dibaca Saat Hamil Muda

Mentawai

Turuk Laggai merupakan tarian yang gerakannya adalah peniruan dari gerak binatang-binatang di alam. Tarian ini biasanya dipimpin oleh dukun adat setempat yang disebut sikerei. Gerakan pada tarian ini mewakili nilai-nilai budaya yang dijunjung oleh suku Mentawai, bahkan uniknya tarian ini bergerak seperti orang kerasukan.

Solo

Daerah Solo memiliki ritual unik yang dikenal dengan sebutan Kala Hayu. Ritual kirab ini biasa dilakukan oleh masyarakat Solo untuk menyambut gerhana. Pada saat kirab, masyarakat membawa hasil bumi yang dibentuk gunungan dan dimeriahkan dengan tarian rakyat. Masyarakat percaya, gerhana ini merupakan perkawinan alam antara matahari dan bulan.

Inilah keunikan budaya di setiap daerah yang ada di Indonesia. Sehingga bagi Anda yang ingin menikmati berbagai ritual ini maka datanglah di saat gerhana berlangsung.

Baca Juga:  Ini Perbedaan Santet, Teluh, Tenung dan Guna-guna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.