oleh

Dalam Islam, Muliakan Tetangga dengan 5 Hal Ini

PortalMadura.Com – Tetangga merupakan orang yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal kita. Selalu berinteraksi setiap hari, bahkan terkadang hubungannya lebih erat dibandingkan saudara yang berada di tempat jauh.

Dalam Islam, memuliakan tetangga menjadi cerminan akhlak yang bisa mendatangkan keberkahan. Lantas, bentuk-bentuk seperti apa yang bisa dilakukan kaum muslim untuk memuliakan tetangga? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com yang dikutip dari Muslim.or.id, berikut ini penjelasannya:

Sedekah Harta

Seorang mukmin bisa memberikan sedekah kepada tetangganya jika memang membutuhkan. Anjuran bersedekah kepada tetangga ini sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW: “Bukan mukmin, orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan.” (HR Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 18108, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 149)

Membagi Makanan

Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik.” (HR Muslim 4766)

Memberi Salam

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR Muslim Nomor 54)

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash Radhiallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Sembahlah Ar Rahman semata, berikanlah makan (kepada yang membutuhkan), tebarkanlah salam, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad 981, Ibnu Majah 3694, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 2/115)

Menjenguk Ketika Sakit

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia. Ada keutamaan yang agung dan pahala besar di baliknya.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang Muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad sahih)

Lalu ketika menjenguk tetangga yang sakit hendaknya mendoakan: “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, insya Allah.” (HR Al Bukhari)

Senyum

Senyum kepada tetangga akan menimbulkan kebahagiaan. Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respons positif terhadap senyuman.

Wajah yang penuh senyum merupakan akhlak Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diceritakan Jarir bin Abdillah Radhiallahu anhu: “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat Beliau kecuali Beliau tersenyum kepadaku.” (HR Bukhari Nomor 6089)

Senyuman juga perbuatan yang diperintahkan Rasulullah SAW dalam berinteraksi sosial. Rasulullah bersabda: “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi 1956, ia berkata: ‘Hasan gharib’. Disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)

Wallahu a’lam bishawab.

Komentar