Dampak Negatif Menyela Pembicaraan Anak Saat Bercerita

Dampak Negatif Menyela Pembicaraan Anak Saat Bercerita
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Hampir semua orang saat bercerita atau berbicara ingin didengarkan dengan baik oleh orang lain. Begitu pula bagi seorang anak, mereka adalah sosok yang suka bercerita tapi belum punya kemampuan untuk senang mendengarkan orang lain bercerita.

Nah, kebiasaan si kecil tersebut mungkin kerap membuat orang tua tanpa sadar menyela atau memotong pembicaraan anak yang sedang bicara. Padahal menurut penelitian, dengan mendengarkan cerita anak sama artinya mereka mendengarkan Anda juga.

Dikutip Haibunda.com dari Being The Parent, bahwa ketika seorang anak merasa didengarkan, dia cenderung suka mendengarkan dan memahami yang juga Anda pahami. Si kecil yang tidak didengarkan akan merasa tidak diperhatikan. Mereka pun merasa apapun yang dilakukan, dipikirkan, atau dirasakan adalah hal negatif.

Sebenarnya, anak yang suka menyela pembicaraan itu merupakan hal wajar. Akan tetapi, hal ini tidak baik jika dilakukan oleh orang tua. Sebagaimana menurut psikoterapis, Amy Morin, LCSW, salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak supaya tidak menyela adalah dengan menjadi role model. Memang ini tidak mudah jika Anda memiliki anak yang suka bicara.

“Jika kita memotong pembicaraan anak saat dia berbicara, dia akan menganggap bahwa tidak apa-apa untuk memotong pembicaraan orang lain,” kata Morin, dilansir dari Very Well Family.

Pasti akan ada saat orang tua perlu memotong pembicaraan anak. Terutama ketika obrolannya terlihat seperti sedang mengulur waktu untuk menunda tugas.

Baca Juga: Ini Efek Buruk Jika Anda Sering Tak Fokus Saat Bicara Pada Anak

“Tetapi memperlakukan anak dengan hormat dan menunggu giliran untuk berbicara dalam kebanyakan situasi akan membantunya belajar bahwa tidak baik untuk menyela. Tunjukkan bahwa kesabaran untuk menunggu giliran bicara itu penting,” kata Morin.

Maka dari itu, memposisikan diri Anda seperti si kecil memang penting dilakukan. Rasanya pasti kesal saat ada orang yang memotong pembicaraan Anda. Hal itu juga yang dirasakan si anak.

Bila memang harus menyela, jelaskan alasannya dan jangan lupa minta maaf. Misalnya katakan, ‘Bunda minta maaf harus menyela cerita kamu, tapi kamu harus pakai sepatu dulu sebelum pergi’.

Jika Anda rasa cerita anak terlalu bertele-tele karena ingin menunda tugasnya, Anda tidak perlu dengan kasar menyela. Cukup cari alasan yang tidak menyakitkan. “Katakan saja kita ingin mendengarkan ceritanya, tapi tidak bisa mendengarkan sekarang,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Morin, dengan memberikan perhatian positif pada perilaku yang baik juga dapat mencegah anak menyela pembicaraan orang lain. Memotong pembicaraan anak tanpa alasan jelas juga bisa bikin anak malas cerita pada orang tua. Sebab, anak merasa diacuhkan. Padahal, tentu Anda ingin anak terbuka dan menjadikan orang tuanya sebagai sumber atau wadah informasi utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.