oleh

Dana BOP TK di Kecamatan Pademawu Diduga Dipungli Hingga 2,5 Persen

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pencairan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK) se wilayah Kecamatan Pademawu Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak diterima utuh oleh setiap lembaga. Sebab, setiap pencairan dana tersebut dipotong sebesar 2,5 persen.

Berdasarkan informasi yang diterima PortalMadura.Com, praktik Pungutan Liar (Pungli) dana BOP terjadi sejak tahun 2017 sampai tahun 2019. Terbaru, pencairan dana BOP tahap II tahun 2019 yang cair pada Januari 2020 masih dipotong seperti biasanya.

Pemotongan dana yang dikoordinir oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (K3 TK) Kecamatan Pademawu, Ibu Nurmiatik dan wakilnya, Supatmi tersebut informasinya akan disetorkan kepada pengawas dan pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

“Tidak tahu kebenarannya, apakah disetor beneran atau tidak, atau hanya alasan saja. Apakah memang ada instruksi atau bagaimana saya tidak tahu,” terang salah satu pengelola TK di Kecamatan Pademawu yang tidak mau namanya disebutkan, Jumat (21/2/2020).

Baca: Pembayaran Retribusi Pasar Tradisional di Pamekasan akan Terapkan Non Tunai

Menurutnya, setiap pencairan dana BOP itu harus disisakan sebesar 2,5 persen dari nominal yang diterimanya. Apabila ada yang tidak membayar akan ada ancaman dan sejenisnya. Sehingga, pengelola TK merasa takut dan tidak enak ketika tidak mengikuti praktik liar tersebut.

“Ada permintaan dana sebesar 2,5% setiap Dana BOP turun dan itu berlangsung sejak Tahun 2017. Ketika lambat atau tidak membayar, biasanya akan dikonfirmasi disertai dengan adanya ancaman ini dan itu. Tentu saja ini tidak boleh dibiarkan terjadi secara terus-menerus,” tambahnya dengan mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan.

Sayangnya, Ketua K3 TK Kecamatan Pademawu, Nurmiatik ketika dikonfirmasi PortalMadura.Com via telepon beberapa kali tidak diangkat. Handphone yang bersangkutan terdengar aktif, tetapi tidak ada jawaban.

Penulis : Marzukiy
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar