oleh

Demi Penghematan Anggaran, Tolak Pilkada Langsung

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, Alasan penghematan anggaran untuk pelakasanaan pemilihan langsung kepala daerah sangatlah tepat. Bahkan seandainya usulan pemerintah tersebut dikabulkan DPR, akan sejalan dengan rencana pemerintahan Jokowi-JK mengenai penghematan anggaran.

“Jumlah kepala daerah di Indonesia dengan 34 provinsi serta lebih dari 500 kabupaten ditambah dengan banyaknya rencana pemekaran baru, memerlukan biaya anggaran yang sangat tinggi, padahal anggaran tersebut dapat dialokasikan ke sektor lain untuk kepentingan rakyat sebaliknya malah patut kita dukung” tutur Jajat dalam rilisnya yang diterima Redaksi PortalMadura.Com, Jumat (5/9/2014).

Jajat menilai, pemilihan kepala daerah langsung kemudian dikembalikan kepada DPRD bukan merupakan kemunduran demokrasi. Pasalnya demokrasi juga ada dua macam, yaitu langsung dan tidak langsung, kepala daerah yang dipilih oleh DPRD juga menganut asas demokrasi namun dipilih oleh perwakilan rakyat sehingga selama bertujuan baik dan tidak melanggar nilai-nilai dari demokrasi bukan merupakan hal yang salah.

“Dampak negatif dari pemilihan langsung selain anggaran negara yang dikeluarkan cukup besar, para kandidat juga mempunyai beban yang lebih besar. Dampak paling buruk yang akan terjadi ketika terpilih adalah bukan mengutamakan kepentingan rakyat melainkan bagaimana cara mengembalikan biaya besar yang telah dikeluarkan sehingga akan berpotensi KKN” tutup Jajat.(rls/nia)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.