oleh

Diam atau Jawablah “Tidak Tahu”, Jika Ada Pembahasan Masalah Agama yang Tak Kau Kuasai

PortalMadura.Com – Bagi sebagian orang, membahas suatu permasalahan agama merupakan suatu topik yang menarik untuk di bahas.

Akan tetapi, jika salah seorang dari kalian yang membahasnya tidak tahu menahu atau tidak menguasai perseoalan tersebut hendaknya untuk tidak ikut nimbrung dan berbicara kedalam kelompok tersebut. Selain untuk menghindari kesalah pahaman, dalam Islam sendiri dijelaskan Ibnul Qayyim mengatakan bahwasanya, “Allah SWT telah mengharamkan berbicara tentang-Nya tanpa dasar ilmu, baik dalam fatwa dan memberi keputusan. Allah menjadikan perbuatan ini sebagai keharaman paling besar bahkan dia menjadikannya sebagai tingkat dosa paling tinggi”.

Kenapa bisa demikian? Karena berbicara tentang Allah dan agama-Nya memang memerlukan dasar ilmu yang mumpuni sehingga yang mereka bagikan bukanlah sesuatu yang salah yang nanti akan mebawa dosa-dosa yang lainnya.

Seperti layaknya Rasulullah saat pertama kali mendapatkan wahyu saat Rasulullah SAW belum di angkat menjadi seorang Rasul, yaitu turun sebuah wahyu QS. Al-Alaq ayat 1-5 yang artinya: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. (4) Yang mengajar manusia dengan pena. (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Dari ayat pertama Surat Al-Alaq dan juga ayat ketiga yang berbunyi “Bacalah” yang bermakna Allah menyuruh Rasulullah untuk membaca dan memahami terlebih dahulu segala sesuatu mengenai agama islam. Yang mana lebih dijelaskan dalam ayat selanjutnya yaitu ayat kelima yang berbunyi “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”, yang berarti Allah memerintahkan Rasulullah untuk mempelajari terlebih dahulu apa-apa yang tidak diketahuinya sebelum Rasulullah menyebarkannya pada umatnya.

Jadi, bagi kalian yang baru berhijrah atau orang awam yang istilahnya belum terlalu paham serta belum mendalami agama, hendaknya tidak menyebarkan pendapat atau komentar yang kita sendiri juga kurang paham dengan persoalan tersebut. Apalagi dizaman sekarang ini informasi atau hoax dengan mudahnya tersebar baik di sosial media bahkan yang berasal dari mulut ke mulut.

Kita boleh saja berpendapat, akan tetapi kita harus tau dulu persoalan apa yang sedang di bahas dan kita juga harus berpikir pendapat atau komentar apa yang akan kita sampaikan. Jangan sampai kita sendiri yang malah menyebar hoax dan menjerumuskan diri sendiri bahkan juga orang lain. Kalau kita merasa tidak tahu, maka diamlah tindakan yang sangat baik untuk dilakukan. So, lebih berhati-hati lagi ya para umat muslim yang bertakwa. Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.

Rewriter : Agnes Hafilda Kusuma
Sumber : islami.co
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE