oleh

Diduga Bermotif Dendam Lama, Warga Sumenep Dibacok Di Tengah Sawah

SUMENEP (PortalMadura) – Nasib baik tak berpihak pada Zainal (43), warga Dusun Toguh, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Korban dibacok orang tak dikenal saat hendak melihat tanaman tembakaunya, di areal sawah tak jauh dari rumahnya.

Korban yang berangkat sekitar pukul 06:00 Wib dari rumahnya, ditemukan sudah kritis dan tergeletak di areal sawah oleh warga setempat yang kebetulan melintas di areal persawahan tersebut, Rabu (9/10/2013).

Informasi yang dihimpun dilapangan menyebutkan, saat korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak berdaya dengan luka menganga di perut dan leher. Karena tak ingin menanggung resiko dan dijadikan saksi, warga yang menemukan segera menghubungi sanak keluarganya, serta menghubungi petugas kepolisian setempat.

Korban yang menderita luka cukup serius di bagian perut dan leher, langsung di larikan ke Puskesmas setempat, namun karena lukanya cukup parah, akhirnya korban di rujuk ke RSUD dr Moh. Anwar Sumenep, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Koordinator UGD Puskesmas Pragaan, Agus NS, membenarkan jika Zainal mengalami luka yang cukup serius dan kondisinya sudah kritis. Bahkan, akibat lukanya itu, korban banyak mengeluarkan darah, sehingga kondisinya tubuhnya lemas.

“Waktu kami datang ke TKP, kondisi korban memang sudah lemas dan tidak berdaya, mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan darah, beruntung kami segera datang dan memberikan pertolongan, sehingga korban bisa bertahan hidup,” terangnya.

Sumber lain menyebutkan, korban pernah mempunyai masalah dengan tetangganya, namun karena permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, akhirnya masalah tersebut tidak sampai memunculkan pertengkaran.

“Mungkin itu masalahnya, karena hingga saat ini korban belum mau menyebutkan siapa yang membacuknya, tetapi ada kemungkinan korban tahu pelakunya,” kata Sulhan (50), tetangga korban, saat dimintai konfirmasi di RSUD Sumenep.

Sulhan menambahkan, masalah yang dihadapi korban beberapa tahun lalu, menyangkut persoalan prinsif yang sangat dijaga dan dihindari oleh orang Madura, namun karena permasalahan tersebut sudah di selesaikan secara kekeluargaan, maka korban mengira sudah damai dan tidak akan ada masalah di kemudian hari.

“Tapi maaf, bukan kami menghubungkan dengan masalah yang sudah beberapa tahun selesai, barangkali saja, karena selama ini korban tidak memiliki masalah lain,” imbuhnya.

Sementara, Kapolsek Pragaan, AKP La Bunga, enggan memberikan komentar soal kasus tersebut. “Maaf Mas kami masih rapat,” katanya via telepon selulernya.(Udien/Htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.