Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Warga Bangkalan Jalani Perawatan Medis

Korban menjalani perawatan medis di salah satu Puskesmas di wilayah Bangkalan
Korban menjalani perawatan medis di salah satu Puskesmas di wilayah Bangkalan (Foto. Imron)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Pengakuan mengejutkan dari salah seorang warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang sedang menjalani perawatan medis di salah satu pusat kesehatan masyarakat, Selasa (2/7/2019).

Ia mengaku bernama M. Hafi (49), warga Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Bangkalan. Ia harus menjalani perawatan medis akibat luka lebam di sekujur tubuhnya. M. Hafi diduga menjadi korban salah tangkap oknum aparat kepolisian.

“Saya diborgol, mata ditutup lalu di pukuli. Disetrum di dua lutut serta di bagian wajah. Juga diancam akan dijatuhkan dari jembatan Suramadu,” cerita Hafi pada wartawan.

Peristiwa itu, ia alami pada Sabtu (29/6/2019). Sekitar pukul 08.00 WIB tiba-tiba di datangi seseorang yang diduga aparat kepolisian dan pura-pura ingin menyewa sound system milik saudaranya.

Kala itu, korban sedang menjadi operator sound system di wilayah hukum Wilangon, Gresik. Tanpa curiga, korban mau saja diajak keluar dan diminta masuk ke dalam mobil.

Baca Juga:  Jejak Wanita Nariswari di Keraton Batuputih Sumenep

Selama perjalanan, korban dengan kondisi kedua tangannya diborgol dan matanya ditutup pakai lakban sambil dipukuli serta dicerca berbagai macam pertanyaan.

Bahkan, korban dipaksa untuk mengakui sebagai pelaku begal yang menimpa salah seorang mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

Korban juga sempat ditanyakan tempat penyimpanan barang bukti (BB) berupa sepeda motor hasil tindak kriminal di wilayah hukum Bangkalan. Yang disebutkan sudah ada saksinya.

Korban juga mendengar suara perempuan yang situasinya mirip di sebuah kantor. Di lokasi ini, ada salah seorang yang diduga petugas menanyakan kepada perempuan tersebut tentang kebenaran dirinya, apakah pelaku begal.

Korban tak mengakui semua tuduhan tersebut. Bahkan, Hafi siap ditembak jika harus mengakui tuduhan yang tidak pernah dilakukan.

Korban yang masih terbaring lemah dengan infus di tangannya, enggan menceritakan proses hingga akhirnya ia dilepas.

Baca Juga:  Warga Takut Bangun Rumah dan Tempat Usaha di Bekas Keraton Batuputih

Pihak keluarga yang mendampingi korban di salah satu puskesmas di Bangkalan menduga M. Hafi sebagai korban salah tangkap oknum aparat kepolisian.

Sayangnya, pihak Polres Bangkalan hingga berita ini dilansir PortalMadura.Com belum ada keterangan resmi.

Kasubag Humas Polres Bangkalan, Suyitno mengaku tidak tahu soal kabar dugaan salah tangkap tersebut. “Saya belum dapat informasi mas,” katanya singkat.(*)

Baca Juga :

(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.