oleh

Jiwanya Terancam Aksi Begal, Mahasiswa UTM ‘Geruduk’ Polres Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi ke Polres setempat, Jumat (28/6/2018).

Mereka menyampaikan kondisi keamanan mahasiswa UTM yang saat ini dinilai jiwa warga kampusnya terancam dengan maraknya aksi begal yang seringkali membawa korban dari kalangan mahasiswa UTM Bangkalan.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Bahkan, menurut mahasiswa tidak hanya warga kampus yang resah dengan aksi begal, warga juga selalu terancam jiwanya saat melakukan perjalanan menggunakan motor.

“Sebagian mahasiswa juga trauma. Kami menganggap pihak kepolisian sudah tumpul dan tidak bisa mengatasi begal,” ujar koordinator aksi, Khoirul Amin.

Baca Juga :  Mahasiswa UTM Kena Begal, Korban Terluka dan Motor Raib

Mahasiswa meminta aparat kepolisian menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom. Jangan sampai pelaku begal itu bebas berkeliaran di sekitar UTM maupun di wilayah lainnya.

“Kami minta tindak tegas para begal itu,” tandasnya.

Mahasiswa juga mendesak polisi mengaktifkan kembali pos penjagaan, khususnya di daerah yang rawan tindak kejahatan. Jangan hanya ada pos jaga tetapi tidak pernah ada petugas yang menjaga.

“Faktanya, posnya ada, tapi tidak ada petugas yang menjaga di pos tersebut. Itu kan lucu,” ucapnya.

Menurut mahasiswa, aparat kepolisian seharusnya lebih intens dan aktif melakukan patroli agar pelaku tindak kejahatan dapat ditekan dan mempersempit ruang gerak pelakunya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Bobby Palu’din Tambunan mengaku tidak dapat melakukan patroli selama 24 jam, karena keterbatasan personel.

“Personel terbatas. Apalagi, sebagian masih melakukan penjagaan di KPU,” dalihnya.

Namun, pihaknya tetap akan meningkatkan pengamanan termasuk intensitas patroli di wilayah UTM dan Bangkalan secara umum.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar