Dihadapan Komdis PSSI, Madura FC Ungkap Dugaan Mafia Sepakbola

  • Bagikan
Januar Herwanto
Januar Herwanto (Foto. Ist)

PortalMadura.Com, Sumenep – Manajer Madura FC, Januar Herwanto memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berkaitan dengan nota protes yang diajukan pihaknya pasca laga di kandang PSS Sleman.

Januar Herwanto menceritakan, hampir 1,5 jam berada di ruang Komdis PSSI. Ia memberikan keterangan peristiwa yang terjadi di Sleman hingga menyampaikan dugaan praktek mafia dunia sepakbola di kasta kedua persepakbolaan Indonesia.

Baca Juga : VIDEO-PSS Sleman VS Madura FC, Prahara Offside dan Wasit Tiba-tiba Cedera Misterius

Baca Juga : Wasit Dinilai Tak Fair, Ofisial dan Pemain Alami Kekerasan di Sleman, Madura FC Ajukan Nota Protes

Pertama, keterangan yang diminta yakni salah satunya dugaan pemukulan pasca laga yang dialami sejumlah pemain Madura FC, ofisial dan asisten pelatih Madura FC, Ismayana Arsyad selama di Sleman.

“Pihak PSS Sleman mengakui kalau ada pemukulan setelah laga, tapi satu yang diakui. Versi kami ada enam pemain yang dipukul,” kata Januar Herwanto, Jumat (9/11/2018).

Kemungkinan pihak Komdis PSSI akan turun ke Sumenep untuk memastikan para pemain Madura FC yang dipukul oleh oknum suporter dan panitia seperti dalam nota protes yang diajukan Madura FC.

Pihaknya juga memprotes jargon suporter PSS Sleman yang dinilainya tidak mendidik dan provokatif serta melukai dunia persepakbolaan Indonesia. “Jargon itu provokatif dan tidak sportif,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan dugaan praktek mafia selama Madura FC menjalani laga di Liga 2 Indonesia. “Apa yang kami rasakan selama laga di Liga 2, kami sampaikan pada Komdis PSSI,” jelasnya.

Ia berharap, upaya protes yang dilakukan Madura FC mudah-mudahan menjadi sanksi berat bagi PSS Sleman. “Pertandingan PSS Sleman kontra Madura FC kemarin sangat tidak beradap. Semoga tidak terjadi di tempat lain atau jangan sampai menimpa klub lain,” ujarnya.

Pihaknya juga mewarning agar suporter PSS Sleman tidak ikut ke Sumenep pada laga lanjutan babak 8 besar antara Madura FC VS PSS Sleman, Senin (12/11/2018).

“Hal ini juga kami sampaikan pada Komdis PSSI. Tujuannya agar tidak memancing hal-hal yang tidak diinginkan di Sumenep. Jangan sampai terjadi pertumpahan darah karena hanya bola. Bagi kami dosa besar,” pungkasnya.(Hartono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.