Dikabarkan 190 Warga Sumenep Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Diungsikan

  • Bagikan
Korban gempa dan stunami Sulteng
Lima orang Korban gempa dan tsunami Sulteng di tangani Dinsos Sumenep. (Foto. Ist)

PortalMadura.Com, Sumenep – Sedikitnya 190 warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng).

Saat ini, posisinya sedang diungsikan di wilayah Makassar. Mayoritas mereka berasal dari Raas, kepulauan Kangean, Sumenep.

“Informasi ini saya terima dari muspika Raas. Pihak kepala desa di Raas aktif melakukan komunikasi dengan para korban gempa,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, R. Achmad Aminullah, pada PortalMadura.Com, Jumat (5/10/2018).

Untuk informasi resmi dari pihak berwenang, pihaknya tidak menerima. Namun, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep terus aktif berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.

“Kalau misalnya ada warga Sumenep yang dipulangkan, tentu akan melalui Dinsos Jatim. Makanya, kami aktif berkoordinasi dengan Pemprov,” terangnya.

Bahkan, hari ini Dinsos Sumenep berencana akan mengirimkan surat secara resmi ke Pemprov Jatim, selain minta petunjuk juga bila ada warga Sumenep dapat tertangani dengan cepat.

“Kalau misalnya tidak mendapatkan fasilitas dari Pemprov untuk pulang ke Sumenep, kita yang menjemput ke Surabaya,” ucapnya.

Fasilitasi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Dinas Sosial Kabupaten Sumenep memfasilitasi 5 orang korban gempa dan tsunami Sulteng yang tiba di Sumenep, Kamis (4/10/2018) siang.

“Lima orang itu dalam penanganan kami,” terang Aminullah.

Lima orang tersebut mau pulang ke kampung halamannya ke Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa, Sumenep (kepulaun Kangean).

Mereka adalah Hasani (32) dan Saatia (25) hubungan suami-istri, Jihan Zahira (4) putrinya. Dan Syaiful Bahri (19), adik ipar Hasani.

Selain itu, Moh Safi’i (18) masih memiliki hubungan kerabat. Semuanya berasal dari Desa Angon-angon, Kecamatan Arjasa, Sumenep (kepulaun Kangean).

Baca : 5 Warga Sumenep Jadi Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

Kelimanya sudah 11 tahun di Sulteng dan berdomisili di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kabupaten Palu.

“Semuanya selamat dan sehat, sehingga tidak butuh penanganan medis. Yang kami fasilitasi itu, tempat bermalam dan makan selama menunggu jadwal kapal ke Kangean. Termasuk transportasinya ke Kangean, kita berusaha membantu mereka,” terangnya.(Hartono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.