Dilarang dalam Islam, Ini 6 Gaya Berhubungan Intim bagi Pasutri

  • Bagikan
Dilarang dalam Islam, Ini 6 Gaya Berhubungan Intim bagi Pasutri
Ilustrasi (Popmama.Com)

PortalMadura.Com – Hubungan intim suami istri (pasutri) menjadi kebutuhan sangat penting. Hal ini bermanfaat memenuhi hasrat biologis dan bisa mendapat pahala besar. Selain itu, juga bisa menambah keharmonisan rumah tangga.

Dalam Islam, melakukan hubungan intim suami istri wajib sesuai adab-adab yang diajarkan. Dilarang keras melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan dosa besar. Lantas, apa saja gaya berhubungan intim yang dilarang dalam Islam?

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini beberapa gaya yang dilarang dilakukan suami istri saat berhubungan intim:

Istri Tidak dalam Kondisi Haid

Pertama bagi pasangan suami istri dilarang berhubungan saat sang perempuan dalam kondisi haid atau menstruasi. Ini sangat dilarang dalam ajaran Islam, dan bisa meningkatkan risiko penyakit menular seksual.

Dilarang Melakukan Hubungan Intim Melalui Dubur

Ajaran agama Islam melarang berhubungan intim melalui dubur.

Ketika Puasa Fardu

Dalam keadaan berpuasa dapat menahan lapar dan haus tapi juga menahan hawa nafsu. Hal tersebut dapat membatalkan puasa, dan tentu sangat dilarang.

Tidak Berdoa

Ketika suami istri berjimak, disunahkan membaca doa. Tujuannya terhindar dari gangguan setan.

Dalam Keadaan Kotor

Berhubungan suami istri dilarang dalam keadaan kotor.
Pasalnya, keadaan bersih tentu membuat lebih nyaman dan memberikan kesegaran, jika dibandingkan dalam keadaan kotor. Mengingat kebersihan sebagian dari iman.

Tidak Mengawalinya dengan Pendekatan

Tidak dianjurkan mengawali hubungan suami istri tanpa pendekatan intim. Hendaknya jangan lupa mengucapkan kata-kata manis dan bercumbu di awal sebelum berjimak.

Sebab, hal tersebut juga berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW. Jika tidak melakukan hal tersebut sama saja seperti binatang. “Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa pun di antara kamu janganlah menyamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan”.

Selanjutnya ada yang bertanya apa itu perantaranya Rasulullah? Rasulullah SAW bersabda: “yaitu berciuman dan ucapan romantis’.

Wallahu a’lam bishawab.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.