oleh

Dinilai Bobrok, DPKS Ancam Laporkan Diknas Dugaan ‘Tilep’ Dana MONEV

PortalMadura.Com, Sumenep –  Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) akan melaporkan Dinas Pendidikan (Diknas) setempat pada pihak kepolisian sehubungan dengan dugaan penggelapan dana Monitoring dan Evaluasi (MONEV) tahun anggaran 2014 dan 2015.

“Kami akan melaporkan Diknas pada pihak kepolisian. Ini tidak bisa dibiarkan, karena kinerja Diknas juga bobrok,” tegas Komisioner DPKS, Moh. Firdaus pada PortalMadura.Com, Jumat (25/12/2015).

Ia menjelaskan, dana MONEV tahun 2014 mencapai Rp 6 juta dan sebesar Rp 9 juta untuk tahun 2015. “Itu sudah jelas ada anggarannya seperti yang tertuang dalam rencana kerja dan anggaran (RKA),” katanya.

Dugaan penggelapan dana MONEV, sambungnya, semakin jelas saat pihaknya bertemu dengan Diknas, Rabu (24/12/2015).

“Pada pertemuan itu, pihak Diknas akan bertanggungjawab untuk mencairkan dana MONEV tahun 2014 dan 2015. Ini kan lucu, sudah tutup anggaran kok baru mau dicairkan setelah RKA-nya diketahui oleh kami. Lalu, dana dari mana?. Uangnya siapa yang mau dicairkan?,” ujarnya dengan nada geram.

Baca juga : Selama 2 Tahun, Diknas Sumenep Diduga ‘Tilep’ Dana MONEV DPKS

Ia yang mengaku memiliki foto copy RKA MONEV juga menduga pada tahun anggaran sebelumnya ada dana DPKS yang tidak disampaikan.

“Kami semakin curiga, jangan-jangan tahun sebelumnya juga ada dana MONEV atau dana lainnya yang dicairkan dari keuangan pemkab tapi tidak diberikan ke DPKS,” uangkapnya.

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Moh Sadik sulit dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirim via handphone yang biasa digunakan tidak ada jawaban.

Bahkan, sebelumnya juga enggan berkomentar.  “Kalau saya komentar takut salah, karena sudah selesai. Orang saya sudah ke DPKS,” katanya singkat sambil meninggalkan PortalMadura.Com di kantornya, Selasa (22/12/2015).(Rahman/Hartono)


Komentar