Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Jadi Tiga Bagian

Untitled 4
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah berencana melakukan pemekaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) menjadi tiga bagian yakni pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi.

“Ketiganya nanti punya ditjen sendiri,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan usai membuka Rakornas Pendidikan Islam di Jakarta, Rabu (14/3/2018), dilansir Anadolu.

Menteri Lukman mengatakan selama ini Ditjen Pendis memiliki ruang lingkup yang terlalu besar sehingga kurang maksimal dalam mengurusi pendidikan Islam.

“Kita sedang menunggu Perpres karena ini harus dikaji lintas lembaga. Di internal Kementerian Agama, kita sudah lakukan arah perubahan kebijakan,” jelas Menteri Lukman.

Menurut Menteri Lukman, pesantren harus dikelola di bawah direktorat tersendiri.

Sebab pesantren memiliki akar panjang dan menjadi tulang punggung pendidikan Islam saat ini.

“Pesantren sudah ada sebelum madrasah dan perguruan tinggi berdiri,” ujar Menteri Lukman.

Direktur Jenderal Pendis Kamaruddin Amin mengakui direktoratnya sudah overload mengurusi pendidikan Islam dari mulai raudhatul atfhal (taman kanak-kanak) hingga perguruan tinggi.

Padahal, kata Kamaruddin, jika mengacu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mereka hanya fokus mengelola pendidikan dasar dan menengah.

Sedangkan, perguruan tinggi diurus oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Langkah pemekaran ini agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih efektif karena strukturnya lebih memadai,” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan Kemenag tengah melakukan finalisasi naskah akademik untuk memuluskan rencana ini. Harapannya, tahun ini pemecahan direktorat dapat segera dilakukan.

“Bulan ini kita tuntaskan dan segera kita kirim ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk dibahas lebih lanjut,” terang Kamaruddin.(AA)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.