oleh

Dosa atau Tidak Suka Pamer Foto Makanan di Media Sosial?

PortalMadura.Com – Mungkin Anda harus berhati-hati, saat Anda terobsesi mengunggah foto makanan dan minuman di media sosial. Sebab hal itu bisa menjadi kebiasaan sehingga muncul gangguan psikologis dan mental.

Seperti yang dilansir PortalMadura.Com dikutip dari okezone.com, perkembangan teknologi tentu menciptakan ruang tersendiri bagi penggunanya yang dapat berinteraksi dengan pengguna lain tanpa harus berhadapan secara langsung.

Dengan mengunggah makanan dan tempat makan yang dikunjunginya, secara tidak langsung memaksa pengguna media sosial lain melihat aktivitasnya dengan memamerkan foto makanan tersebut. Bagi mereka hal yang diinginkan adalah agar orang lain menilai aktivitasnya menyenangkan melalui foto-foto tersebut.

Hal tersebut bisa dilihat pada QS. al-Qashas: 76 yang artinya, “Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa[1138], maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah membenci orang yang bangga dengan dunianya. Di ayat yang lain, Allah berfirman, “Mereka bersikap bangga terhadap kehidupan dunia. Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. ar-Radu: 26).​

Ujar Ustadz Muhammad Najmi Fathony dilansir PortalMadura.Com dikutip dari okezone.com, “Bagaimana kita tahu niat yang posting foto itu mau pamer? Kalau memang niatnya pamer itu riya hukumnya haram. Tapi kalau niatnya bantu memasarkan produk orang, itu boleh. Innamal A’malu binniyat (sesungguhnya segala amal perbuatan tergantung niatnya).”

Baca Juga: Dua Pabrikan di Sumenep Telah Lakukan Pembelian Tembakau Rajangan

Bahkan, kini banyak orang sering keluar rumah untuk makan di suatu tempat, bukan karena orang tersebut lapar tetapi hanya untuk pamer di media sosial tentang apa yang dia makan, betapa kerennya tempat yang dikunjungi dan kapan akan kembali ke tempat tersebut.

Tetapi jangan pula men-judge orang yang mengunggah makanan tersebut hanya karena memiliki tujuan untuk pamer. Terkait dengan foto makanan itu benar-benar dikonsumsi atau tidak, sudah bukan menjadi suatu hal yang penting.

Rewriter : Nurul Hijriyah
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar