oleh

GMNI Pamekasan Demo Protes Menjamurnya Pasar Modern

PAMEKASAN (PortalMadura) – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan menggelar aksi memperotes banyaknya pasar modern di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (18/2/2014).

Aktivis yang mengusung sejumlah poster itu, mendatangi Kantor Bupati Pamekasan di Jalan Raya Kabupaten. Mereka hendak menyampaikan aspirasinya secara langsung ke Bupati, Ahmad Syafii.

Mereka meminta pemkab membatasi jumlah pasar modern, memperhatikan pasar tradisional dengan memperbaiki infrastruktur dan melakukan pembinaan kepada pedagangnya.

“Kemudian membatasi jam buka/tutup pasar modern dan menutup pasar modern yang berdampingan dengan pasar tradisional,” kata Korlap Aksi, Makruf Malaka.

Menurut Makruf, menjamurnya pasar modern otomatis membunuh perekonomian tradisional sekaligus merugikan para pedagang di pasar tradisional. Keadaan semacam itu tidak boleh dibiarkan, karena perlahan pasar modern memetamorfosa sehingga pada akhirnya jelas akan meniadakan pasar tradisional.

“Pemerintah sepertinya terkesan diam dan tutup mata degan kondisi itu, sehingga membiarkan nasib pedagang kecil akan mati,” jelasnya.

Karena mereka tidak ditemui langsung oleh bupati, maka para aktivis memilih jalan mundur sebgai bentuk mundurnya demokrasi di Pamekasan, dan mereka membubarkan diri setelah menggelar doa dan membakar poster di depan pemkab. (reiza/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE