oleh

Google Tangkal Disinformasi dan Hoaks Jelang Pemilu

PortalMadura.Com, Jakarta – Google Indonesia menerapkan sejumlah upaya untuk menangkal disinformasi dan hoaks di dunia maya, khususnya menjelang Pemilihan Umum 2019.

Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia Putri R Alam mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan Pemilu dengan menyajikan informasi yang akurat dan relevan kepada para pemilih.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Dia melanjutkan, pengaturan algoritma pada mesin pencarian mereka akan memunculkan informasi dari sumber terpercaya.

Google juga akan menurunkan konten bermuatan disinformasi atau hoaks yang disebarkan oleh “aktor-aktor jahat”.

“Kalau sudah jelas aktor-aktor ini punya niat jahat, kami pasti menurunkan (konten) yang diunggah,” kata Putri di Jakarta.

Selain itu, Putri menuturkan Google berupaya memunculkan informasi yang kontekstual dan relevan dengan isu-isu yang menjadi topik hoaks.

“Jadi pengguna lebih tahu dari sumber-sumber lain yang terpercaya,” ujar dia. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (28/3/2019).

Sejumlah kolaborasi juga telah dilakukan bersama jaringan Cek Fakta, media massa dan jurnalis demi memangkas sumber disinformasi.

Google tidak merinci data terkait konten disinformasi dan hoaks yang berkaitan dengan Pemilu, namun Putri menyatakan pihaknya berkomitmen menurunkan konten-konten yang bertentangan dengan hukum Indonesia.

“Apa pun yang melanggar melanggar hukum Indonesia, terlebih melanggar community guidelines kami apalagi kalau sudah dilaporkan, pasti kami take down,” tutur Putri.

Lebih lanjut, Google Indonesia mendorong situs penting terkait pemilu untuk mendaftar pada layanan gratis yang menggunakan teknologi Google, Project Shield, untuk menangkal serangan siber.

Pada 2018 lalu, Indonesia menerima 12,9 juta serangan siber dan jumlah itu diprediksi meningkat pada Tahun ini, termasuk terhadap situs-situs terkait pemilu.

“KPU, Bawaslu, Cek Fakta, dan beberapa situs lainnya sudah mendaftarkan situs mereka ke layanan ini,” kata Putri.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz mengatakan kontribusi dari perusahaan teknologi seperti Google diperlukan untuk menjaga integritas pelaksanaan pemilu dari gangguan disinformasi dan hoaks.

“Ini menurut kami sangat strategis dalam rangka mendorong penyebaran informasi Pemilu ke pemilih menjadi lebih baik, lebih bersih, dan bermuara ke Pemilu yang berkualitas,” ujar Viryan.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar