portalmadura.com – Menjelang berakhirnya periode Ramadan, para investor kini mulai mengalihkan fokus pada instrumen aset aman (safe haven). Harga emas diproyeksikan bakal mengalami tren kenaikan signifikan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Analisis pasar menunjukkan adanya potensi lonjakan harga sebesar 3% hingga 7% dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan pasca-Lebaran.
Pemulihan Ekonomi Dorong Permintaan Emas
Berdasarkan data historis dan kondisi ekonomi terkini, pergerakan harga emas di tahun 2026 diprediksi tetap dinamis. Gaida Salsabila dalam laporannya di Bisnis.com (17/03/2026) menyebutkan bahwa inflasi global dan kebijakan suku bunga menjadi motor utama penggerak harga logam mulia ini.
Jika sebelum Lebaran aktivitas investasi cenderung melambat karena fokus masyarakat beralih ke konsumsi rumah tangga, kondisi sebaliknya terjadi setelah hari raya. “Aktivitas ekonomi yang kembali normal dan masuknya kembali para investor ke pasar menciptakan dorongan positif bagi harga emas batangan maupun perhiasan,” tulis laporan tersebut.
Faktor Kunci Kenaikan Harga Emas 2026
Sedikitnya ada empat faktor krusial yang diprediksi akan mengerek harga emas dalam waktu dekat:
- Laju Inflasi Global: Dengan proyeksi inflasi dunia di angka 2,6% hingga 3%, emas tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset (hedging).
- Suku Bunga Bank Sentral: Kebijakan suku bunga global yang mulai melandai di tahun 2026 membuat emas menjadi aset yang jauh lebih menarik dibandingkan instrumen berbasis bunga lainnya.
- Ketidakpastian Geopolitik: Konflik internasional yang masih memanas memaksa investor mencari perlindungan pada aset safe haven.
- Lonjakan Permintaan Domestik: Tradisi pembelian perhiasan dan emas batangan setelah menerima tunjangan hari raya sering kali menjadi pemicu kenaikan harga di pasar lokal.
“Emas menunjukkan performa tangguh dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 11,2% per tahun dalam dua dekade terakhir. Di tengah fluktuasi pasar, aset ini tetap menjadi primadona.”
Strategi Investasi: Kapan Waktu Terbaik Membeli?
Meskipun potensi kenaikan harga sangat kuat, pasar emas tetap tidak lepas dari risiko koreksi jangka pendek. Para pakar menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar.
Untuk mengoptimalkan keuntungan, investor disarankan menerapkan strategi pembelian bertahap (dollar cost averaging) dan memanfaatkan momen saat harga sedang mengalami koreksi teknis. Pemantauan rutin terhadap tren harga harian menjadi kunci agar tidak kehilangan momentum cuan setelah Lebaran 2026.
Hingga Selasa (17/03/2026), harga emas Antam sendiri tercatat berada di level Rp2,98 juta per gram. Angka ini diprediksi akan terus bergerak seiring dengan dinamika ekonomi global yang terjadi pasca-Ramadan.





