PortalMadura.com–Harga perak murni yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan pada awal tahun 2026. Pada Selasa (6/1), harga perak Antam naik Rp1.000 menjadi Rp47.265 per gram, melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak awal pekan.
Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga emas Antam, yang juga melonjak tajam pada hari yang sama. Harga emas batangan Antam naik Rp34.000, menyentuh level Rp2.549.000 per gram. Harga buyback atau pembelian kembali juga meningkat menjadi Rp2.405.000 per gram.
Menurut data resmi Antam, lonjakan harga perak bukanlah kejadian insidental. Sehari sebelumnya, pada Senin (5/1), harga perak sudah naik Rp1.150 ke Rp46.265 per gram. Bahkan pada Sabtu (3/1), harga perak Antam sempat melesat Rp850, mencapai Rp45.415 per gram.
Untuk konsumen, Antam menyediakan perak batangan dalam berbagai ukuran. Perak ukuran 250 gram dijual seharga Rp13.560.038 (termasuk PPN 11%), sedangkan ukuran 500 gram dibanderol Rp26.232.075. Sementara itu, perak seri Heritage 31,1 gram dibanderol Rp2.239.691 dan ukuran 186,6 gram seharga Rp12.193.289.
Di tengah kenaikan harga domestik, pasar global justru menunjukkan tren berlawanan. Pada Senin malam waktu Amerika Serikat (5/1), harga perak dunia melemah 0,31% ke level US$76,31 per troy ons. Pelemahan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela—faktor yang biasanya mendorong permintaan safe-haven, namun kali ini belum berdampak positif pada harga perak global.
Analis pasar menilai, perbedaan dinamika antara harga perak dalam negeri dan internasional mencerminkan pengaruh faktor lokal, termasuk permintaan ritel dan pergerakan harga emas—yang selama ini menjadi indikator kuat bagi logam mulia lainnya di Indonesia.
Meski harga emas dan perak terus naik, calon pembeli perlu mencatat bahwa harga emas Antam belum termasuk PPh 0,45% bagi pemegang NPWP atau 0,9% bagi non-NPWP, sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, para pelaku investasi disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi global dan respons pasar domestik secara berkala.





