Harga Perak Antam Turun Hari Ini, Ikuti Koreksi Harga Global

Avatar of PortalMadura.com
Harga Perak Antam Turun Hari Ini, Ikuti Koreksi Harga Global
Harga Perak Antam Turun Hari Ini, Ikuti Koreksi Harga Global

PortalMadura.comHarga perak yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026. Mengutip data resmi dari situs Logam Mulia (logammulia.com), harga perak Antam hari ini turun Rp1.750 dari level sebelumnya, menjadi Rp49.115 per gram, dibandingkan posisi Rabu (7/1/2026) di angka Rp50.865.

Penurunan ini sejalan dengan tren harga perak global yang juga melemah. Menurut data pasar internasional, harga perak spot turun 4,1% menjadi USD 77,93 per ons, setelah gagal mempertahankan level di atas USD 80 per ons.

Spesifikasi Produk Perak Antam

Antam menawarkan beberapa pilihan produk perak batangan dan butiran dengan kemurnian tinggi, cocok sebagai instrumen investasi alternatif selain emas:

  • Perak Batangan 250 gram
    • Kemurnian: 99,95%
    • Dimensi: 38 x 86 mm
    • Tebal: 7,3 mm
  • Perak Batangan 500 gram
    • Kemurnian: 99,95%
    • Dimensi: 38 x 86 mm
    • Tebal: 8,5 mm
  • Perak Butiran Murni 99,95%
    • Tersedia dalam kemasan 1 kg, 5 kg, dan 10 kg
    • Ukuran butiran: 2–5 mm

Meski spesifikasi lengkap tersedia, harga untuk varian tersebut tidak ditampilkan secara publik dan biasanya mengikuti fluktuasi harian berdasarkan harga acuan global.

Tekanan Jangka Pendek dari Penyeimbangan Indeks Komoditas

Melemahnya harga perak tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah analis komoditas global memperingatkan potensi volatilitas jangka pendek akibat proses rebalancing indeks tahunan. Dalam laporan yang dirilis Rabu (7/1/2026), analis Societe Generale (SocGen) menyebut bahwa emas dan perak—yang menjadi dua aset dengan kinerja terbaik sepanjang 2025—kini berisiko mengalami tekanan jual besar-besaran.

Tahun lalu, perak mencatat kenaikan spektakuler hampir 150%, sementara emas naik 64%, kinerja terbaik sejak 1979. Namun, lonjakan itu membuat kedua logam mulia tersebut mendominasi indeks komoditas seperti Bloomberg Commodity Index (BCOM), di mana keduanya menyumbang sekitar 11% bobot.

“Kami memperkirakan arus keluar bersih dari posisi emas dan perak masing-masing mencapai USD 5 miliar,” ungkap SocGen.

Potensi Peluang di Tengah Koreksi

Meski menghadapi tekanan teknis, beberapa analis melihat penurunan harga sebagai peluang beli. Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, dalam laporan Selasa (6/1/2026), menekankan bahwa fundamental jangka panjang emas dan perak tetap kuat.

“Pelemahan saat ini lebih didorong oleh faktor teknis akibat penyesuaian indeks, bukan karena memburuknya prospek makroekonomi,” katanya.

Senada, Daniel Ghali dari TD Securities memperkirakan sekitar 13% posisi terbuka di pasar perak Comex akan dicairkan dalam dua pekan ke depan, berpotensi memicu penurunan lebih lanjut—namun juga membuka pintu bagi pembeli jangka panjang.

Pergeseran Minat ke Sektor Energi

Menariknya, SocGen juga mencatat pergeseran minat investor ke komoditas energi. Minyak mentah Brent dan WTI diperkirakan akan menerima aliran investasi masing-masing sebesar USD 2,6 miliar dan USD 1,7 miliar. Sementara gas alam, yang harganya turun 23% sejak awal Desember 2025, kini diproyeksikan beralih dari posisi jual bersih menjadi beli bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses