PortalMadura.com–Harga perak mencatat kinerja luar biasa sepanjang tahun 2025, menembus level-level tertinggi dalam sejarah baik di pasar global maupun domestik. Lonjakan ini menjadikan logam mulia tersebut sebagai salah satu aset komoditas paling diminati di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Menurut pantauan pasar dan data dari sumber terpercaya, harga perak spot global sempat menyentuh US$28,50 per ounce pada Desember 2025—level tertinggi sejak 2011. Di pasar dalam negeri, harga perak batangan mencapai Rp12.500 per gram, tercatat sebagai rekor tertinggi sepanjang masa dalam rupiah.
Kenaikan tajam ini didorong oleh sejumlah faktor fundamental. Permintaan industri menjadi pendorong utama, terutama dari sektor energi terbarukan, elektronik, dan teknologi hijau, yang semakin mengandalkan perak karena sifat konduktivitas dan reflektivitasnya yang unggul.
“Perak bukan hanya logam investasi, tapi juga bahan baku krusial dalam transisi energi global. Permintaan dari panel surya dan kendaraan listrik terus meningkat, sementara pasokan tetap terbatas,” ujar seorang analis komoditas di Jakarta, Rabu (31/12).
Selain itu, pelemahan dolar AS dan kebijakan suku bunga yang mulai longgar di sejumlah negara maju turut mendorong minat investor terhadap aset berbasis logam mulia, termasuk perak. Berbeda dengan emas yang lebih difungsikan sebagai aset safe haven, perak menawarkan potensi keuntungan ganda: nilai lindung nilai plus pertumbuhan permintaan riil.
Tren 2026: Masih Menjanjikan?
Memasuki 2026, proyeksi harga perak masih cenderung positif. Lembaga riset logam global memperkirakan rata-rata harga perak sepanjang tahun depan berada di kisaran US$26–US$30 per ounce, didukung oleh percepatan adopsi energi bersih dan pemulihan ekonomi di negara berkembang.
Namun, para analis tetap mengingatkan investor untuk waspada terhadap volatilitas jangka pendek. “Perak lebih fluktuatif dibanding emas karena likuiditas yang lebih rendah dan ketergantungan pada siklus industri. Tapi justru di situlah peluangnya bagi investor jangka menengah,” tambahnya.
Dengan rekor yang sudah tercipta di 2025, perak bukan lagi sekadar pelengkap portofolio—tapi aset strategis yang layak diperhitungkan di tengah transformasi ekonomi global.





