oleh

Harga Tiket Penerbangan Dorong Inflasi November

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data inflasi November sebesar 0,27 persen month to month dengan salah satu penyebabnya adalah inflasi pada tarif angkutan udara.

Suhariyanto mengatakan inflasi pada November secara umum relatif terkendali dengan inflasi secara year on year sebesar 3,23 persen.

Tarif angkutan udara menurut Kepala BPS Suhariyanto, memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,05 persen terhadap inflasi November.

Selain tarif angkutan udara, kenaikan harga BBM non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertadex, dan biosolar juga turut memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,01 persen, sama dengan andil inflasi dari kenaikan tarif pulsa internet.

“Ini mendekati akhir tahun dan banyak kegiatan antar departemen dan pemda yang menyebabkan kenaikan permintaan tiket pesawat,” jelas Suhariyanto. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (3/12/2018).

Inflasi November, menurut dia, lebih disebabkan oleh komponen harga yang diatur Pemerintah (administered price) yang mengalami inflasi 0,52 persen dengan andil 0,1 persen.

Kemudian, komponen pangan bergejolak (volatile price) mengalami inflasi 0,23 persen dengan andil 0,04 persen terhadap inflasi November, dan inflasi inti sebesar 0,22 persen dengan andil terhadap inflasi November 0,13 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, Suhariyanto menjelaskan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatatkan inflasi terbesar dengan angka 0,56 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,1 persen terhadap inflasi November.

Kemudian pada kelompok pengeluaran kesehatan mengalami inflasi 0,36 persen dengan andil terhadap inflasi bulan lalu sebesar 0,01 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mencatatkan inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil terhadap inflasi 0,06 persen.

Komoditas utama yang menyumbang inflasi pada perumahan, jelas dia, adalah kenaikan upah tukang bukan mandor sebesar 0,02 persen dan peningkatan harga beberapa bahan bangunan seperti besi beton, cat tembok, dan tarif sewa rumah masing-masing 0,01 persen.

Suhariyanto juga menjelaskan pada kelompok bahan makanan terjadi inflasi 0,24 persen dengan andil terhadap inflasi 0,05 persen karena adanya kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti bawang merah.

“Kenaikan harga beras sebesar 0,03 persen juga turut mendorong inflasi pada bahan makanan selain telur ayam ras yang mengalami inflasi 0,01 persen,” jelas dia.

Pada kelompok makanan jadi, Suhariyanto menjelaskan terjadi inflasi sebesar 0,2 persen dengan andil terhadap inflasi November 0,04 persen.

Kenaikan terbesar pada kelompok ini terjadi pada rokok kretek filter yang mengalami inflasi 0,01 persen. (AA)


Tirto.ID
Loading...

Komentar