oleh

Hijaby Sampang Comunity Tolak Valentine Day

SAMPANG (PortalMadura) – Hijaby Sampang Comunity (HSC) beserta ratusan siswa dan siswi MAN 1 Sampang, Madura, Jawa Timur melakukan aksi damai menolak perayaan hari Valentine Day yang biasa dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Aksi penolakan ini digelar di halaman sekolah setempat, Rabu (12/2/2014).

Dalam aksi damai itu, para hijaby memberikan selebaran berwarna pink yang bertuliskan “Kami Muslim Dan Kami Berkata Tidak Pada Hari Valentine” terhadap ratusan pelajar yang berjajar dihalaman sekolah MAN 1 Sampang.

Pada kesempatan tersebut, Wakil HSC Sufiati Azizah bersama ratusan siswa menolak dengan tegas perayaan hari Valentine Day, karena hal itu merupakan budaya non muslim yang sangat jelasĀ  bertentangan dengan ajaran agama islam.

“Kami beserta keluarga besar MAN 1 Sampang beserta guru menolak budaya Valentine Day, karena dalam perayaan hari kasih sayang ini bisa menjadi awal dari perzinaan,” ujarnya.

Sementara, menuru Lulu Sofyani, siswi kelas IPA 3, perayaan Valentine Day merupakan adat-istiadat orang non muslim yang menjurus terhadap prilaku syirik.

“Dalam Perayaan valentine itu, awalnya ngasih kado, terus cipika-cipiki, dan hal itu sangat dilarang dalam ajaran islam,” katanya.

Kepala MAN 1 Sampang Moh Ali Wafa mengatakan, pihaknya menolak perayaan Valentine Day karena dalam ajaran islam, sebagi pemeluk agama islam memang tidak diperbolehkan ikut campur ajaran agama lain.

“Untuk hari Valentine Day agama kita tidak mengenal, karena dalam Islam itu hanya mengenal kasih sayang yang tidak ditentukan masanya,” katanya.(lora/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.