oleh

Hindari Beli Barang Secara Kredit, Ini 4 Alasannya

PortalMadura.Com – Saat ini sudah menjadi hal lumrah membeli barang dengan cara mencicil. Cara ini sebenarnya boleh saja dilakukan, menjadi tidak boleh apabila ada bunga yang harus dibayar termasuk denda jika pembayaran cicilan dilakukan tidak tepat waktu.

Selain itu, ada hal lain yang juga perlu Anda pertimbangkan misalnya mengenai umur. Karena, batas umur seseorang tidak bisa diketahui dan dipastikan. Bagaimana kalau Anda tidak mampu melunasi utang kredit tersebut lantaran meninggal dunia?.

Tentunya Anda akan meninggalkan utang dan hal itu menjadi tanggungan ahli waris Anda nantinya. Jika Anda tidak ingin memberatkan ahli waris sebaiknya Anda menghindari membeli barang secara kredit karena beberapa hal.

Berikut ulasannya:

Memungkinkan Tergelincir pada Dosa Riba
Barang yang harusnya seharga 12 juta, jika dikredit melalui leasing maka berubah menjadi 18 jutaan, selisih 6 juta biasanya adalah bunga pinjaman yang termasuk dalam kategori riba (haram), bukan margin penjualan (halal). Kecuali jika kita membelinya melalui koperasi syariah yang mengerti pakem mana riba dan mana jual-beli.

“Rasulullah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris), dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (dalam melakukan hal yang haram).” (HR. Muslim, no. 1598)

Tahukah betapa mengerikannya dosa riba?. “Riba terdiri atas tujuh puluh dosa. Yang paling ringan adalah seperti seseorang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah, no. 2274. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini hasan.)

Senantiasa Merasa Kekurangan dan Tidak Cukup dengan yang Telah Dimiliki
Rumah kecil, mobil tua, furniture sudah usang, membuat Anda merasa wajar untuk melakukan pinjaman uang/ kredit barang, hal ini jika terus-menerus dibiasakan akan membuat Anda menjadi seorang yang jauh dari sifat qonaah atau bersyukur.

Percayakah kalau hal yang sedikit dan kecil saja tidak bisa membuat Anda bersyukur, maka akan demikian juga ketika kita telah memiliki sesuatu yang banyak dan besar, tetap takkan mampu memuaskan hasrat Anda?

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Tumpukan Utang Memaksa Anda untuk Membayarnya dengan Berbagai Cara
Lihatlah betapa banyak pengusaha yang menggadaikan surat rumahnya agar bisa meminjam uang untuk membangun usahanya, kemudian malah melakukan segala cara sekalipun haram untuk bisa membayar bunga riba tersebut.

“Akan datang suatu zaman ketika manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari, no. 2083, dari Abu Hurairah)

Kebiasaan Menular
Jika Anda terbiasa kredit barang, bukan tidak mungkin orang-orang sekitar Anda pun akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Misalnya pasangan hidup dan anak-anak Anda. Bukankah ini adalah contoh buruk yang bisa membahayakan kondisi finansial keluarga?

Berdoalah pada Allah agar dikaruniai hati yang kaya dan qonaah, senantiasa merasa cukup dan terjauh dari hal yang diharamkan Allah serta RasulNya.

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk (dalam ilmu dan amal), ketakwaan, sifat ‘afaf (menjaga diri dari hal yang haram), dan sifat ghina’ (hati yang selalu merasa cukup atau qana’ah).” (HR. Muslim, no. 2721; dari ‘Abdullah). (ummionline.com/Desy)


Tirto.ID
Loading...

Komentar