oleh

Hukum Curiga Pada Suami Menurut Agama Islam

PortalMadura.Com – Curiga hal yang wajar dan biasa dialami oleh setiap orang. Curiga yang dialami oleh orang yang berpasangan biasanya timbul dari rasa cemburu. Terutama perempuan lebih memiliki rasa cemburu yang lebih besar daripada seorang laki-laki.

Cemburu seorang perempuan terkadang berlebihan, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman bagi seorang laki-laki bahkan rekan kerja dari laki-laki tersebut.

Dilansir dari laman Dalamislam.Com, Sabtu (21/11/2020) hukum curiga pada suami menurut agama islam. Curiga yang berlebihan bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman namun juga menimbulkan konflik dalam keluarga. Sehingga keharmonisan dalam keluarga akan berkurang.

Rasa curiga dan cemburu boleh asal dalam kadar yang wajar. Dalam Islam rasa cemburu diperbolehkan dan bahkan dianggap sebagai satu akhlak yang terpuji. Karena rasa ini menunjukkan cinta dan keperdulian terhadap pasangan.

Dalil yang mendukung pendapat diperbolehkannya cemburu dalam Islam adalah :

Dari Anas bin Malik r.a,” beliau menceritakan bahwa Rasulullah pernah berada disisi salah satu istrinya, kemudian seorang dari mereka mengirim satu mangkuk makanan. Lalu istri Rasulullah yang berada dirumahnya memukul tangan Rasulullah sehingga piring tersebut jatuh dan pecah. Maka Rasulullah pun mengambil dan mengumpulkan makanan dari piring yang pecah itu, lalu beliau berkata kepada anaknya, “Ibumu cemburu, makanlah.” (HR. Bukhari, Ahmad, Nasa’I dan Ibnu Majah).

Dan dalil lain meriwayatkan, Rasulullah SAW pun pernah bertanya kepada istrinya, Aisyah r.a, :

”Apakah engkau pernah merasa cemburu?” Aisyah menjawab, “Bagaimana mungkin orang seperti diriku ini tidak merasa cemburu jika memiliki seorang suami seperti dirimu”. (HR. Ahmad)

Sebagai muslimah yang baik dan istri yang salehah, maka cemburu dan curiga yang sewajarnya pada suami. Cemburu dan curiga yang berlebihan merupakan salah satu ciri-ciri istri yang durhaka pada suami.

Apalagi sampai melakukan ilmu sihir kepada suami agar suami patuh terhadap istri. Sebaiknya cintai dan kasihi pasangan dengan cemburu dan curiga yang sewajarnya. Sesuai dengan yang dikatan Ali Bin Abi Thalib :

“Janganlah kalian terlalu sering cemburu terhadap pasanganmu karena justru keburukan akan mendatangimu.”

Buatlah situasi rumah tangga yang penuh dengan kepercayaan satu sama lain agar tercipta keluarga yang harmonis. Karena hubungan rumah tangga merupakan satu ibadah seumur hidup dan harus selalu dijaga agar tetap berada di situasi yang nyaman.

Rewrite : Lisa Mana L
Sumber : Dalamislam.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.