Hukum Ucapkan Hamdalah Saat Bersin dalam Salat

  • Bagikan
Salat Jamaah
ilustrasi

PortalMadura.Com – Salat memang membutuhkan kekhusyukan agar diterima oleh Allah SWT, sehingga kewajibannya tersebut tidak sia-sia dilakukan. Namun, dalam melaksanakan ibadah itu terkadang ada saja kendala yang membuat seseorang merasa was-was.

Salah satunya terlanjur mengucap hamdalah saat bersin dalam salat. Pernahkah Anda mengalami hal demikian?. Jika iya, tahukah Anda bagaimana hukumnya dalam Islam?.

Sebagian ulama mengatakan bahwa jika Anda bersin ketika sedang salat, maka Anda boleh mengucapkan hamdalah. Bahkan itu adalah sunah dalam salat sebagaimana disunahkan juga di luar salat. Rifa’ah bin Rafi’ az-Zuraqi Radhiyallahu anhu mengatakan:

‘Saya telah salat di belakang Rasulullah, dan saya bersin, maka saya mengucapkan: (Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik dan diberkahi, sebagaimana dicintai dan diridhai-Nya). Maka ketika Rasulullah selesai salat, beliau keluar dan bertanya, ‘Siapa yang berbicara dalam salat?’.

Tidak ada seorangpun menjawab. Untuk kali kedua, Rasulullah bertanya, ‘Siapa yang berbicara dalam salat?’. Tetap tidak ada seorangpun menjawab. Rasulullah kemudian bertanya lagi untuk kali ketiga, ‘Siapa yang berbicara dalam salat?’.

Kali ini saya menjawab, ‘Saya wahai Rasulullah’. Lalu, Rasulullah
berkata, ‘Apa yang tadi kau ucapkan?’ Saya menjawab : ‘Alhamdulillahi hamdan kasiran toyyiban mubarokan fiihi mubarokan alaihi, kama yuhibbu robbana wayardo‘.

Lalu Rasulullah berkata, ‘Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, lebih dari tiga puluhan malaikat berebut untuk membawanya ke atas’.” (HR. Abu Dawud no. 773, at-Tirmidzi no. 404 dan an-Nasa`i no. 931, dihukumi hasan oleh al-Albani).

Namun jika Anda salat berjamaah, sebaiknya tidak mengucapkan hamdalah dengan keras, agar tidak dijawab dengan ‘yarhamukallah’ oleh orang lain.

Karena, ucapan seperti ini membatalkan salat. Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu anhu mengatakan: Saya salat bersama Rasulullah lalu ada seseorang yang bersin, maka saya mengatakan ‘Yarhamukallah’. Orang-orangpun memandang ke saya. Saya mengatakan, ‘Aduh, mengapa kalian memandang ke saya?’. Merekapun memukulkan tangan mereka ke paha, maka saya paham bahwa mereka ingin saya diam, dan sayapun diam.

Setelah Rasulullah selesai salat, beliau memanggil saya. Sungguh, ayah ibu saya adalah tebusan beliau, saya tidak pernah melihat guru yang lebih baik dari Rasulullah dalam mengajar. Beliau tidak mengumpat, tidak memaki atau tidak membentak.

Rasulullah mengatakan, ‘Dalam salat ini tidak boleh ada perbincangan manusia. Salat adalah takbir, tasbih, membaca Alquran dan tahmid’ (HR. Muslim, no. 537).

Hamdalah dibolehkan karena berupa pujian untuk Allah . Sedangkan yarhamukallah dilarang karena merupakan perbincangan sesama manusia. Wallahu A’lam. (islamidia.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.