oleh

Imsak Itu Kreasi Manusia atau Sunah Rasulullah? Ini Jawabannya

PortalMadura.Com – Bulan Ramadan sudah tinggal menghitung hari. Umat Muslim pun mulai bersiap-siap menyambut kedatangannya. Salah satu hal yang tidak terlupakan ketika bulan suci ini yaitu saat waktu imsak tiba.

Ketika dikumandangkan waktu berakhirnya imsak, biasanya banyak orang yang terburu-buru berhenti mengonsumsi makanan dan minuman. Karena hal itu menjadi tanda peringatan hati-hati agar orang yang sedang sahur bisa segera menghabiskan makanannya, sebab akan masuk waktu Subuh setelahnya.

Lalu, pernahkah Anda berpikir apakah imsak itu sunah Rasulullah atau kreasi manusia terutama sekali pada saat bulan Ramadan?. Hal ini perlu diketahui kaum Muslimin sehingga memahaminya dengan benar.

Dilansir PortalMadura.Com, Jumat (9/4/2021) dari laman Okezone.com, di kalangan kaum Muslimin waktu imsak adalah waktu peringatan akan masuknya waktu subuh, bukan waktu mulai berpuasa.

Lantas bagaimana dengan penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam) dijelaskan bahwa Imsak atau tradisi ini tidak pernah dicontoh Rasulullah, tidak ada dasarnya dari sunah, bahkan bertentangan dengan sunah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Alquran,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى الَّيْلِ

Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” (Qs. al-Baqarah: 187)

Selain itu, dalam sebuah hadis juga disebutkan,

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ بِلاَ لاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِيْنَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ لاَ يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلَعَ الْفَجْرُ

Dikutip dari laman Konsultasi Syariah dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Apabila Bilal memperdengarkan azan pada malam hari, makan dan minumlah sehingga kamu mendengar azan yang akan diperdengarkan oleh Ibnu Ummi Maktum, karena dia tidak mengumandangkan azan hingga terbit fajar‘” (HR. Muttafaqun ‘alaih).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa imsak (menahan diri) yang dibuat oleh sebagian manusia yang ditambahkan pada apa yang diwajibkan oleh Allah adalah batil dan termasuk orang yang memfasih-fasihkan agama Allah.

Padahal Rasulullah bersabda, “Celakalah orang yang memfasih-fasihkan perkataan, celakalah orang yang memfasih-fasihkan perkataan, dan celakalah orang yang memfasih-fasihkan perkataan” (HR. Muslim). Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Okezone.com

Komentar