Indonesia Masih Telusuri Kasus Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

  • Bagikan
Indonesia masih telusuri kasus pelaku bom bunuh diri di Filipina
Ilustrasi. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menjadi pembicara kunci dalam acara Third Singapore International Cyber Week di Singapura, 18 September 2018. (Foto file - Anadolu Agency)

PortalMadura.Com, Jakarta – Indonesia masih melakukan penelusuran terkait isu pasangan suami istri asal Indonesia yang melakukan aksi bom bunuh diri di Filipina.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan saat ini Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini tengah melakukan penelusuran.

“Sampai sekarang belum selesai, belum tuntas, baru dijajaki oleh otoritas Filipina sendiri, pihak kepolisian, pihak-pihak yang bersangkutan dengan masalah terorisme,” ujar Wiranto di kantornya pada Senin.

Menteri Wiranto menyebut dalam kasus itu banyak kemungkinan siapa saja bisa terlibat, sehingga Kementerian Luar Negeri Indonesia dan BNPT akan mengirimkan tim agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina.

“Jangan sampai ada satu pemahaman kita sendiri atas dasar penjelasan sepihak yang langsung memvonis bahwa itu WNI melakukan kejahatan terorisme di Negara lain,” tambah dia.

Pada Jumat, Kementerian Dalam Negeri Filipina mengatakan pembom bunuh diri asal Indonesia berada di balik ledakan ganda terhadap gereja di Jolo, Sulu, lansir ABS CBN News.

Militer Filipina juga membenarkan aksi bom bunuh diri berada di balik serangan yang menewaskan 22 orang dan sedikitnya 100 orang terluka itu.

Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri adalah pasangan suami istri yang memiliki hubungan dengan Daesh.

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano.

Ano mengidentifikasi seorang pria atas nama Kamah yang bertindak memandu pasangan asal Indonesia itu.

Ano mengatakan dia mendapatkan sumber bahwa pemboman di Sulu adalah “proyek” kelompok teror lokal Abu Sayyaf. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (4/2/2019).

Kepala Polisi Provinsi Sulu Pablo Labra mengatakan beberapa saksi mata menunjuk seorang pria dan wanita yang mereka percaya bertanggung jawab atas pemboman itu.

Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 pagi waktu setempat.

Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.