oleh

Indonesia Rayakan Iduladha 1442 H di Rumah

PortalMadura.Com – Pemerintah Indonesia mengimbau warganya untuk melaksanakan salat Iduladha 1442 H/ 2021 M di rumah masing-masing.

Pelaksanaan salat Iduladha di rumah tersebut juga sesuai dengan fatwa lembaga keagamaan agar tidak menimbulkan kerumunan, kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Muhammad Mahfud MD, Senin (19/7/2021).

Indonesia juga meminta masyarakat untuk melaksanakan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Mari kita rayakan Idul Adha sesuai situasi dan kondisi, yaitu situasi Covid-19, agar tidak ada kerumunan,” jelas Mahfud dalam keterangan persnya.

Masjid Istiqlal Jakarta, yang merupakan masjid terbesar di Indonesia, meniadakan salat Iduladha sesuai imbauan pemerintah.

“Kami tidak menyelenggarakan salat Ied, hanya melaksanakan kurban pada Rabu pagi itu pun terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah.

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia juga mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan salat Iduladha di masjid, lapangan, maupun fasilitas umum lainnya.

“Salat Iduladha dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti melalui siaran pers, Senin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa salat Iduladha di rumah. Menurut lembaga independen itu salat Iduladha di rumah tanpa khotbah tetap sah.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis mengatakan salat Iduladha dan Idulfitri tidak tergantung pada khotbah.

“Berbeda dengan salat Jumat, tidak sah salatnya apabila tidak ada khotbah,” kata Cholil, dalam keterangan tertulis, Senin.

Kata Cholil, jika dilakukan sendiri maka hanya menjalankan salatnya saja. “Tetapi jika berjamaah bersama keluarga, bisa disertai dengan khotbah atau tidak,” ujar dia.

Tahun 2020 lalu, pemerintah Indonesia masih mengizinkan salat Iduladha dilaksanakan di ruang terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Di antaranya di masjid al-Azhar, kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mudik dilarang

Menghadapi Iduladha tahun ini, Pemerintah Indonesia juga menerapkan sejumlah pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat menjelang perayaan Iduladha di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga menyekat 1.038 titik di Pulau Jawa, Bali, dan Lampung untuk mencegah masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.

“Masyarakat yang masih nekat mudik ini sudah kami minta untuk memutar balik,” kata Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudy Antariksawan, Senin.

Sebelumnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga meminta agar masyarakat tidak mudik jelang Idul Adha.

Pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran dikhawatirkan dapat memperburuk penularan Covid-19 di Indonesia yang tengah melonjak tajam akibat merebaknya varian Delta.

Kematian Covid-19 tinggi

Indonesia dalam dua pekan ini telah menjadi episentrum penularan Covid-19 di dunia dengan penambahan kasus harian lebih dari 50 ribu per hari, menurut Worldometer.

Pada Senin, Indonesia mencatatkan pasien meninggal karena Covid-19 bertambah 1.338 orang, rekor tertinggi selama pandemi sejak Maret 2020.

Dengan demikian, total kasus kematian Covid-19 tembus 74.920 orang.

Sebanyak 682 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri di luar rumah sakit sejak Juni, mengutip data platform pengaduan masyarakat independen LaporCovid-19.

Menurut temuan Lapor Covid-19, mayoritas kasus kematian pasien saat isolasi mandiri terjadi karena penurunan saturasi oksigen secara mendadak.

Pada hari ini, penambahan kasus Covid-19 turun menjadi 34.257 kasus. Penurunan ini karena total orang yang dites juga turun hanya 127.461 orang.

Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak pandemi mencapai 2.911.733.

Kasus aktif atau pasien yang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri hingga hari ini mencapai 542.938 orang atau bertambah 702 dari kemarin.

Pasien positif yang sembuh bertambah 32.217 orang, sehingga total pasien yang dinyatakan pulih mencapai 2.293.875 orang.(*)

Sumber : AA
Editor : Hartono

Komentar