Indonesia Targetkan Penggunaan 2.542 Ton Aspal Karet

Avatar of PortalMadura.com
Indonesia targetkan penggunaan 2.542 ton aspal karet
Ilustrasi. Foto udara proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di jalan Kalimalang, Jakarta, Indonesia, pada 21 Februari 2018. Usai kecelakaan kerja di proyek jalan tol Becakayu pada 20 Februari 2018 dini hari, pemerintah melakukan moratorium seluruh proyek jalan tol layang. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperluas penggunaan aspal karet sebanyak 2.542 ton dalam penanganan jalan Nasional di seluruh Indonesia pada 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan 2.542 ton aspal karet akan dipakai untuk pengaspalan 93,66 km Jalan Nasional. Dengan jumlah aspal karet tersebut, dia memperkirakan dapat menyerap karet hingga 177,95 ton dengan asumsi penggunaan karet sebanyak 7 persen terhadap aspal.

Menteri Basuki menjelaskan keunggulan penggunaan karet alam pada campuran beraspal panas untuk perkerasan jalan antara lain dapat meningkatkan campuran aspal, ketahanan retak, dan ketahanan terhadap deformasi alur.

“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Selasa.

Baca Juga:  Arsul Sani Sebut Reformulasi 14 Pasal RKUHP dari DP Wajib Dibahas di DPR

Dia juga menjelaskan penggunaan karet untuk campuran aspal juga untuk meningkatkan harga karet petani. Saat ini harga karet dunia mengalami penurunan harga dengan harga saat ini sekitar Rp5.000/kg.

“Indonesia, Thailand, dan Malaysia sebagai negara penghasil karet terbesar dunia juga telah menyepakati untuk memperbesar penggunaan karet di dalam Negeri untuk mencegah penurunan harga yang lebih dalam,” urai Menteri Basuki.

Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (lateks), aspal karet alam padat (masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (askat).

Ketiga teknologi tersebut telah diuji coba, yakni lateks di ruas jalan Ciawi-Sukabumi, masterbatch di ruas jalan Bogor-Parung, dan askat di ruas jalan Batas Karawang-Batas Cikampek.

Baca Juga:  Arsul Sani Sebut Reformulasi 14 Pasal RKUHP dari DP Wajib Dibahas di DPR

Pemerintah juga telah menguji coba aspal karet di ruas jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi-Lahat, Sumatera Selatan sepanjang 4,37 km dari total panjang ruas 183 km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar pada 2018. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (12/3/2019).

Kementerian PUPR pada Tahun 2019 telah merencanakan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar) di Palembang sebanyak 1.096 ton dari 13.300 petani dengan harga Rp 8.500 per kg.

Hingga awal Maret 2019 telah terealisasi sebanyak 170 ton dari 1.578 petani dengan kisaran harga antara Rp 7.700 hingga Rp 11.100 per kg.

Kemudian Pemerintah juga akan membeli karet rakyat di Jambi sebanyak 586 ton dari 7.700 petani dengan harga Rp 8.500 per kg dan sudah terealisasi 24,55 ton dari 205 petani seharga Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kg.

Baca Juga:  Arsul Sani Sebut Reformulasi 14 Pasal RKUHP dari DP Wajib Dibahas di DPR

Selain itu, Pemerintah juga membeli karet rakyat di Lampung sebanyak 835 ton dari 11.000 petani dengan harga Rp 8.500 per kg dan baru terealisasi sebanyak 20 ton dari 139 petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.