Ingat! Ini Efeknya Jika Sering Gonta Ganti Bahan Bakar

  • Bagikan
Ingat-Ini-Efeknya-Jika-Sering-Gonta-Ganti-Bahan-Bakar
Ilustrasi (Garasi.id)

PortalMadura.Com – Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia ada berbagai macam jenis, mulai dari oktan 90, 92 hingga 98. Disarankan, pemilik kendaraan untuk menggunakan bensin dengan nilai oktan tinggi, seperti Pertamax atau Pertamax Turbo.

Sebab, mesin dari pabrikan dirancang dengan jenis bahan bakar yang tepat untuk operasi yang benar dan kinerja yang optimal. Tapi, dalam kehidupan sehari-hari, sebagian pengguna motor terkadang memakai BBM secara gonta ganti. Artinya, ada kasus ketika tangki diisi dengan bahan bakar jenis lain. Apakah tindakan tersebut bisa memengaruhi mesin atau bisa bikin mesin cepat rusak?.

Dilansir Liputan6.Com, dari laman resmi Astra Motor, sepeda motor sering menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki kandungan oktan yang berbeda. Semakin tinggi angka oktan suatu bahan bakar, maka semakin mahal harganya.

Beberapa orang mencoba mengisi sepeda motornya dengan Pertamax dengan alasan ingin memberikan yang terbaik untuk kendaraan kesayangannya, meski mesin motor tidak secara khusus diperuntukkan bagi bahan bakar tersebut.

Faktanya, menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih stabil. Berbagai jenis mesin sepeda motor memiliki karakteristik yang berbeda.

Demikian pula, menurut peneliti Jerman, Andreas Schaefer, mengubah atau mencampur bahan bakar yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat tidak akan memberikan efek maksimal pada performa mesin sepeda motor.

Knocking parah

Ketukan parah, atau knocking terjadi ketika bahan bakar oktan rendah digunakan untuk mesin oktan tinggi. Knocking biasanya disebabkan oleh perbedaan tekanan mesin.

Saat Anda mengganti bahan bakar yang biasa Anda gunakan, mesin secara otomatis menyesuaikan rasio kompresi. Pada mesin sepeda motor modern, hal ini sebenarnya bisa Anda atasi dengan meningkatkan waktu pengapian.

Namun, jika hal ini dilakukan secara konsisten, tentunya akan berdampak negatif. Salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros dan performa mesin yang kurang optimal, padahal maksud dari pikiran adalah untuk menghemat uang dengan menggunakan bahan bakar oktan rendah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.