oleh

Ini 4 Jenis Air Untuk Bersuci dalam Islam

PortalMadura.Com – Setiap umat Muslim wajib melaksanakan salat. Jika akan melakukan hal itu, tubuh harus dalam keadaan suci dari hadas besar atau kecil. Karena orang yang salat akan menghadap Allah.

Selain itu, seseorang yang meninggal dunia juga wajib suci dari hadas dan najis dengan cara dimandikan. Bersuci biasanya dilakukan dengan air, kecuali dalam kondisi tertentu bisa diganti dengan tanah yaitu tayamum.

Ada beberapa jenis air yang bisa digunakan untuk bersuci karena tidak semua air bisa digunakan untuk menyucikan tubuh dari hadas dan najis. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut empat jenis air yang bisa dipakai untuk bersuci.

Air Mutlak

Air mutlak disebut juga dengan air suci dan menyucikan. Ini merupakan air yang turun dari langit, atau atau yang bersumber dari bumi dengan sifat asli penciptanya. Air mutlak ini dipercaya memiliki zat air yang suci dan bisa digunakan untuk menyucikan diri.

Air mutlak ini selain untuk menyucikan diri, juga aman dikonsumsi jika perlu.

Air Musyammas

Air musyammas merupakan air yang dipanaskan menggunakan wadah. Air ini hukumnya suci dan menyucikan, hanya saja makruh bila dipakai untuk bersuci. Kenapa makruh?

Karena ketika air tersebut dipanaskan, air menjadi mengandung zat lain bahkan yang bisa menimbulkan penyakit kulit seperti kolera dan lain-lain.

Air Mutanajis

Air mutanajis merupakan air yang terkena barang najis. Jika air masih sedikit volumenya kemudian terkena najis, otomatis air itu menjadi mutanajis walaupun zat airnya tidak berubah. Sebaliknya, jika air banyak volumenya dan terkena najis kemudian tidak berubah warna dan rasa, maka air tetap suci.

Air Suci Tapi Tak Menyucikan

Air suci namun tidak menyucikan adalah air yang zatnya suci, namun tidak bisa dipakai untuk bersuci baik dari hadas maupun najis.

Ada dua macam air yang suci namun tidak bisa digunakan untuk bersuci, yakni air musta’mal dan air mutaghayar.

Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadas seperti wudu dan mandi, sedangkan air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan salah satu sifatnya disebabkan tercampur dengan barang suci yang lain dengan perubahan yang menghilangkan kemutlakan nama air tersebut.

Sebagai contoh air mata air yang masih asli ia disebut air mutlak dengan nama mata air. Lalu, bagaimanakan dengan air mineral kemasan dengan slogan “murni dari mata air”?

Air mineral dalam kemasan itu masih tetap pada kemutlakannya karena tidak ada pencampuran barang suci yang menjadikannya mengalami perubahan pada sifat-sifatnya. Ada pun penamaannya dengan berbagai nama itu hanyalah merek dagang yang tidak berpengaruh sama sekali pada kemutlakan airnya.

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : Okezone.com

Komentar