oleh

Ini Alasan Berumah Tangga Termasuk Ibadah

PortalMadura.Com – Bagi umat Muslim berumah tangga tidak hanya didasari oleh sebuah kebutuhan akan fitrah untuk hidup berpasangan dengan lawan jenis. Namun lebih dari itu, berumah tangga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah dan dakwah.

Sebagai ibadah, berumah tangga adalah sarana untuk meningkatkan dan menyempurnakan amaliah ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah bersabda: ”Barang siapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa” (HR Thabrani).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sedangkan sebagai dakwah, berumah tangga merupakan sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan takwa serta berlomba dalam memberikan contoh terbaik. Dakwah dalam konteks ini tidak hanya antara suami, istri, dan anak. Namun, juga meliputi bagaimana keluarga yang dibentuk dapat menjadi teladan bagi keluarga lainnya dan masyarakat pada umumnya.

Apalagi, faktanya bahwa setiap pasangan suami istri selalu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangan istri atau suami adalah sarana dakwah untuk melengkapi dan menutupi kekurangan tersebut.

Alquran pun menjelaskan hubungan suami istri dengan ungkapan bahasa seperti sebuah pakaian. Artinya, istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri. Hal ini membawa konsekuensi keduanya harus berusaha saling menjaga dan menasihati.

Allah SWT berfirman: ”Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka” (QS Al-Baqarah : 187).

Maka dari itu, untuk menjadikan rumah tangga sebagai sarana dakwah, dari setiap pasangan diperlukan kesadaran bahwa mereka terlahir sebagai pejuang-pejuang kebenaran yang memiliki kewajiban untuk saling memberikan nasihat, mengajak pada kebaikan, dan mencegah dari berbagai kemunkaran.

Baca Juga: Pasutri, Ini Dia Doa Agar Terhindar dari Ketidakharmonisan Rumah Tangga

Hal ini sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya: ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS Ali Imran : 110).

Dalam ayat lainnya Allah SWT menegaskan: ”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) pada yang baik, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS 9: 71).

Jadi, berumah tangga harus Anda jadikan sarana dakwah yang efektif. Baik suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak-anak, maupun antar anggota keluarga itu sendiri. Atau dengan kata lain, dakwah harus Anda jadikan sebagai salah satu tujuan dalam berumah tangga. Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar