Ini Alasan Mengapa Sahur Tidak Boleh Dilewatkan dalam Islam

Avatar of PortalMadura.com
sahur
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Saat menjalankan ibadah puasa, sudah jelas kita harus melakukan sebagai sunah yang diajarkan oleh Rasulullah. Namun kerap kali orang-orang yang telat bangun atau malas untuk sahur melewatkannya begitu saja. Padahal sahur merupakan sunah muakkad yang harus dilakukan saat kita hendak berpuasa. Hal ini sudah jelas dalam hadis bahwasanya:

“Ibadah sahur Ramadanlah kalian, karena sesungguhnya di dalam ibadah sahur terdapat keberkahan.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

“Pemisah/pembeda di antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah ibadah sahur.” (HR. Imam Muslim)

“Barangsiapa hendak berpuasa, maka beribadah sahurlah dengan sesuatu.” (HR. Imam Ahmad)

Keistimewaan sahur lainnya, dianjurkan memanjatkan doa, salat, ibadah dan memohon ampun kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

“Mereka adalah individu-individu yang sabar, jujur, tunduk, rajin berinfaq, dan rajin memohon ampunan di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)

Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat tersebut menunjukkan keutamaan memperbanyak istigfar di waktu sahur, khususnya di akhir waktu sahur. Keutamaan waktu sahur itu diperkuat dengan dalil keutamaan melakukan ibadah di sepertiga malam. Rasulullah Saw. bersabda:

“Setiap malam Tuhan kami turun ke langit dunia disaat akhir sepertiga malam. Dia berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan aku ampuni.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Sebab itu, saat ibadah sahur di bulan Ramadan alangkah baiknya dihabiskan untuk beribadah kepada Allah. Memohon ampunan-Nya dan mengharapkan rida-Nya sampai fajar menyingsing. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan dalam Fath al-Bari:

“Sesungguhnya akhir malam itu lebih utama untuk berdoa, beristigfar. Dalilnya adalah firman Allah yang mengatakan: “Dan individu-individu yang rajin beristigfar di waktu sahur saat Ramadan.” Sesungguhnya doa di waktu akhir malam itu mustajab.”

Berikut ibadah beserta keberkahan yang diperoleh saat sahur di bulan Ramadan:

Pertama, Memenuhi perintah Rasulullah Saw. sebagaimana diperintahkan dalam hadis di atas. Keutamaan menaati beliau disebutkan dalam ayat:

“Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. An Nisa': 80).

Allah SWT juga berfirman:

“Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71).)

Kedua, Ibadah sahur merupakan syi'ar Islam yang membedakan dengan ajaran Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Dari ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Saw. bersabda:

“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah ibadah sahur saat Ramadan.” (HR. Muslim).

Ini berarti Islam mengajarkan bara' dari orang kafir, artinya tidak loyal pada mereka. Karena puasa kita saja dibedakan dengan orang kafir.

Ketiga, melaksanakan ibadah sahur saat Ramadan menjadikan fisik lebih kuat dalam menjalani puasa. Imam Nawawi r.a berkata: “Barakah ibadah sahur saat Ramadan amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat individu yang berpuasa.”

Keempat, Orang yang mengerjakan sahur saat Ramadan akan mendapatkan salawat dari Allah dan doa dari para malaikat-Nya. Dari Abu Sa'id Al Khudri, Nabi Saw. bersabda:

“Sahur saat Ramadan adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bersalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad) Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Kelima, Sahur merupakan waktu yang diberkahi. Karena ketika itu, Allah turun ke langit dunia. Dari Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda:

“Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo'a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keenam, Saat sahur Ramadan adalah waktu utama untuk beristigfar. Sebagaimana orang yang beristigfar saat itu dipuji oleh Allah dalam beberapa ayat:

“Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur saat Ramadan.” (QS. Ali Imran: 17)

“Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Ketujuh, Orang yang sahur dijamin bisa menjawab azan salat subuh dan juga bisa mendapati salat subuh di waktunya secara berjamaah. Tentu ini adalah suatu kebaikan.

Kedelapan, Ibadah sahur saat Ramadan sendiri bernilai ibadah jika diniatkan untuk semakin kuat dalam melakukan ketaatan pada Allah.

Nah, itulah alasan mengapa kita sangat dianjurkan untuk melakukan sahur saat hendak melaksanakan ibadah puasa baik wajib atau sunah. Tentunya akan banyak sekali manfaat dan keutamaan yang kita rasakan saat mengerjakannya. Semoga bermanfaat, Wallahahu a'lam.

Jangan Lupa Akses Berita dari Kami di Google News & Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.