oleh

Ini Doa dan Amalan di Tahun Baru Islam

PortalMadura.Com – Bulan Muharam atau Tahun Baru Islam merupakan momen yang sebaiknya disambut umat Islam dengan kebahagiaan. Karena dalam menyambut Tahun Baru Islam terdapat doa dan amalan yang sebaiknya dilakukan oleh umat muslim. Doa awal tahun dibaca ketika akan memasuki awal Tahun Baru Islam 1441 H yang jatuh pada Minggu, 1 September 2019.

Di dalam doa tersebut terdapat harapan-harapan yang belum tercapai, dan ingin dicapai pada tahun yang baru ini.

“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau. Ya Allah! Engkau Dzat Yang Kekal, yang tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah tiba: kami mohon kepada-Mu pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari godaan setan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dengan segala yang mendekatkan diriku kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas Kasih.”

Bulan Muharam sering disebut sebagai bulan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukannya.

Amalan sunah yang tersebut yaitu puasa Muharram. Bahkan sunahnya puasa di bulan Muharram didasarkan pada hadis riwayat Abu Hurairah: “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang lebih afdal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharam,” (HR Ibnu Majah).

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan sebagai berikut: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan ialah puasa di bulan Allah, Muharam.”

Baca Juga: Dua Pabrikan di Sumenep Telah Lakukan Pembelian Tembakau Rajangan

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Sabtu (31/8/2019) dari laman okezon.com yang mengutip dari NU Online, dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi mengatakan, hadis ini menjadi dalil keutamaan puasa Muharam.

Sementara hadis lain yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lebih banyak berpuasa di bulan Sya’ban, bukan Muharam, dapat dipahami melalui dua tafsiran: pertama, ada kemungkinan Rasulullah SAW baru mengetahui keutamaan puasa Muharam di akhir hayatnya; kedua, Rasulullah SAW mungkin sudah memahami keutamaannya, namun beliau tidak memperbanyak puasa di bulan Muharam dikarenakan udzur, seperti sakit, sedang di perjalanan, dan lain-lain.

Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menjelaskan: “Puasa Muharram lebih utama dikarenakan awal tahun. Alangkah baiknya mengawali tahun baru dengan berpuasa, sebab puasa termasuk amalan yang paling utama.”

Komentar