Inilah 4 Hikmah di Balik Kelahiran Nabi Muhammad SAW

  • Bagikan
Inilah-4-Hikmah-di-Balik-Kelahiran-Nabi-Muhammad-SAW
Ilustrasi (grid.id)

PortalMadura.Com – Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW jatuh pada 12 Rabiul Awal, 571 Masehi dan pada tahun ini jatuh pada 19 Oktober 2021. Hari itu adalah hari yang sangat istimewa dan ditunggu-tunggu oleh umat Muslim.

Tidak heran jika setiap tahun perayaan Maulid Nabi ini digelar oleh umat Muslim, tentunya tidak lain untuk mengenang warisan atau peranan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Adapun jika memperingatinya memiliki hikmah dan keutamaan tersendiri.

Dilansir Cnnindonesia.com dari laman NU Online, Maulid Nabi termasuk hari besar bagi umat Islam yang diperingati oleh setiap muslim dari berbagai belahan penjuru dunia. Hari kelahiran Nabi Muhammad dijadikan simbol terbitnya fajar budi pekerti dan nilai-nilai luhur serta keilahian, seperti pada hadis riwayat berikut:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Artinya: “Itu (puasa senin) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan kepadaku,” (HR Muslim).

Menurut Jalaluddin As-Suyuthi dalam karya Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid mengutip penjelasan Ibnul Haj Al-Abdari Al-Maliki Al-Fasi terkait hikmah Maulid Nabi pada Rabiul Awal.

Ibnu Haj, mengutip Jalaluddin As-Suyuthi menyebut bahwa ada empat hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad pada Senin, 12 Rabiul Awal, 571 Masehi. Di antaranya sebagai berikut:

Senin sebagai Hari Pencipta

Senin merupakan hari ketika Allah menciptakan pohon. Di hari Senin juga mengingatkan pada penciptaan makanan pokok, rezeki, aneka buah, dan berbagai kebutuhan yang menyenangkan hati manusia.

Mengisyaratkan Hal Baik

Secara etimologi, kata “Rabi” berarti musim semi sebagai isyarat dan optimistis. Menurut Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, “Setiap orang memiliki nasib (baik) dari namanya.”

Bukti Adil Syariat Nabi Muhammad SAW

Musim semi (Ar-Rabi) adalah musim paling pas (adil) dan terbaik sebagaimana syariat Nabi Muhammad SAW yang paling adil (toleran).

Allah Memuliakan Kehadiran Nabi Muhammad SAW

Allah memang ingin memuliakan waktu tersebut karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seandainya Nabi Muhammad lahir pada waktu mulia yang sudah ada, niscaya orang akan mengira bahwa keistimewaan Nabi memang terlahir karena pada waktu yang mulia.

Hikmah Maulid Nabi berdasarkan ketetapan Allah ini tentunya menjadi peristiwa yang perlu diteladani dan nilai kebaikannya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh umat muslim. Wallahu A’lam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.