Jangan Diabaikan, Begini Cara Mengerem yang Baik dan Benar

Avatar of PortalMadura.com
Jangan Diabaikan, Begini Cara Mengerem yang Baik dan Benar
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Teknik mengerem kendaraan bukan hanya sekadar menarik tuas atau menekan pedal saja, tapi ada teorinya agar aman dalam berkendara.

Karena, tidak sedikit dari beberapa kejadian yang mengakibatkan kecelakaan lantaran teknik pengereman yang tidak tepat. Oleh sebab itu, perlu Anda ketahui mengenai cara-cara mengerem yang semestinya dilakukan.

Lantas, bagaimana cara melakukan pengereman yang baik dan benar demi menjaga keselamatan?.

Senior Analyst Safety Riding Motor, Johanes Lucky menjelaskan, konsep mengerem yang benar adalah memberhentikan sepeda motor dengan cara yang aman dan dengan jarak yang pendek.

Teknik ini harus dikuasai oleh pengendara motor saat di jalan raya. Semakin pendek makin baik karena semakin terhindar dari bahaya.

Cuma karena semakin pendek ada risiko lain seumpama rem depan terlalu kuat sehingga roda belakang terangkat dan kehilangan keseimbangan. Risiko lain adalah ketika membetot rem belakang terlalu kuat maka roda tergelincir atau ngepot.

Perlu juga diketahui konsep ketika mengerem Anda butuh waktu dan jarak. Jadi ketika Anda berkendara, Anda harus memperkirakan jarak aman. Karena Anda harus tahu saat dalam bahaya, Anda melakukan pengereman maka Anda butuh waktu sama jarak.

“Semakin tinggi kecepatan jarak pengereman akan makin jauh, itu orang sering lalai,” jelasnya.

Lucky melanjutkan, pengendara motor saat ini banyak melakukan pengereman menggunakan rem belakang dengan membetot kuat-kuat. Padahal, hal tersebut tidak efektif. Ada beberapa kondisi yang malah jangan memakai rem belakang.

“Contoh seumpama Anda ada di turunan, ketika itu Anda gunakan rem belakang maka traksinya tidak bagus, Anda justru bisa meluncur turun,” dia menjelaskan.

“Jadi kalau Anda bergerak ke depan rem yang paling efektif itu rem depan. kalau mundur atau bergerak ke belakang (melorot) rem paling efektif itu rem belakang,” tambah dia.

Sedangkan untuk jalan mendatar, maka bisa dipakai dua-duanya. Rem depan efektif karena bergerak maju lalu kemudian rem belakang untuk menambah dan menjaga keseimbangan. (liputan6.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.