Jangan Ditiru, Ini 5 Kaum yang Dibinasakan Allah

Rewriter: Desy WulandariRujukan: Okezone.com
Jangan Ditiru, Ini 5 Kaum yang Dibinasakan Allah
Ilustrasi (pikiran rakyat)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Para nabi dan rasul merupakan utusan Allah SWT yang menyampaikan kebenaran pada kaumnya. Namun, kehadiran para nabi dan rasul terkadang mengalami berbagai hambatan. Salah satunya dimusuhi atau tidak dipercaya.

Sehingga dengan hal itu, Allah SWT murka dan mengazab para kaum yang tidak mengikuti ajaran nabi dan berbuat kemungkaran dengan azab yang pedih. Ada beberapa kaum yang diazab Allah SWT dengan cara dibinasakan. Kaum apa saja mereka? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Kaum Nabi Nuh

Pertama kaum yang dibinasakan secara massaladalah adalah kaum Nabi Nuh Alaihissallam. Allah SWT membinasakan mereka dengan mendatangkan banjir besar yang menenggelamkan.

Mereka adalah kaum yang durhaka dan tidak mau mendengar seruan Nabi Nuh Alaihissallam. Padahal, ada yang meriwayatkan usia Nabi Nuh mencapai 900 tahun.

Saat itu mereka yang mengikuti Nabi Nuh Alaihissallam hanya berjumlah puluhan. Bahkan anak dan istri Nabi Nuh tidak mau mendengarkan seruannya. Lalu Nabi Nuh berdoa agar segera diturunkan hukuman terhadap kaumnya.

Kemudian Allah SWT menurunkan hujan yang sangat deras dan mata air yang memancar dari dalam bumi, hingga , terjadilah banjir yang sangat dahsyat.

Penelitian arkeologis di beberapa tempat mendapatkan keterangan, banjir yang melanda memang sangat luas yakni membentang 600 kilometer dari utara ke selatandan 160 km barat ke timur.

Banjir tersebut telah menenggelamkan sedikitnya empat kota masyarakat Sumeria Kuno yakni Ur, Erech, Shuruppak, dan Kish. Sedangkan kaum Nabi Nuh Alaihissallam yang salih dan hewan diselamatkan oleh Allah SWT di dalam kapal besar.

Dalam Alquran diriwayatkan Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh Alaihissallam untuk mengangkut masing-masing hewan sepasang (jantan dan betina) ke dalam bahteranya (QS Hud: 40).

Kaum Tsamud

Kemudian ada kaum Tsamud yang dibinasakan oleh Allah SWT. Kelompok ini merupakan yang mengingkari ajaran Nabi Shaleh Alaihissallam. Mereka juga pernah mengadakan sayembara untuk membunuh Nabi Shaleh, namun akhirnya Allah SWT menyelamatkan dari ancaman tersebut.

Lalu untuk menunjukkan tanda kerasulan dan mukjizat Nabi Shaleh Alaihissallam kepada kaum Tsamud, Allah SWT mengeluarkan seekor unta dari batu. Akan tetapi kaum Tsamud justru membunuh unta tersebut dan menantang adanya azab kepada mereka.

Baca Juga:  7 Cara Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Wafat

Kemudian Allah SWT segera mengirimkan azab untuk kaum Tsamud ini. Allah mendatangkan gempa yang luar biasa (QS Al A’raf: 8). Dalam ayat lainnya juga dijelaskan bahwa mereka dikirimkan petir yang sangat dahsyat.

Demikian dahsyatnya bencana yang Allah SWT timpakan itu, sehingga tiada seorang pun dari kaum Tsamud yang bersisa (QS Hud: 68).

Menariknya adalah meski petir yang diturunkan Allah SSWT untuk mengazab kaum Tsamud sangat dahsyat, bangunan kaum tersebut masih dibiarkan berdiri utuh. Ini dikarenakan sebagai bukti kepada kaum setelahnya bahwa ada kelompok durhaka dan mengingkari kebesaran-Nya.

Kaum ‘Aad

Selanjutnya yaitu kaum ‘Aad hidup pada masa Nabi Hud Alaihissallam yang dimusnahkan oleh Allah SWT. Mereka tinggal di daerah yang bernama Al Ahqaf, letaknya di Hadramaut antara Yaman dan Umman. Nabi Hud diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya itu agar beriman, namun yang terjadi adalah mereka malah mengingkarinya.

Kaum tersebut menganggap Nabi Hud Alaihissallam hanya manusia biasa, tidak memiliki kemampuan apa pun sehingga dianggap sebagai pembohong saat itu. Nabi Hud juga dinilai bodoh, karena telah menghilangkan kebiasaan leluhur kaum Tsamud (QS Hud: 50).

Kemudian Nabi Hud Alaihissallam tidak menyerah, bertahun-tahun tetap berdakwah menyampaikan kebenaran tentang beriman kepada Allah SWT. Namun ajakannya itu malah ditolak mentah-mentah oleh kaumnya. Kisah ini dituangkan dalam Surat Al Mukminun Ayat 33–37.

Allah SWT pun murka dan menurunkan azab kepada kaum tersebut. Allah SWT mengirim angin topan yang sangat dahsyat, sehingga meluluhlantakkan kaum Nabi Hud Alaihissallam itu selama 7 malam 8 hari secara berturut-turut. Kisah musnahnya kaum ini pun tertuang dalam Surat Al Haaqqah Ayat 6–8.

Kaum Sodom

Kala itu kaum Nabi Luth Alaihissallam itu diberikan pengetahuan dan kemakmuran yang sangat luar biasa. Akan tetapi, mereka malah melakukan tindakan keji. Maraknya perzinaan hingga penyuka sesama jenis, sampai-sampai melakukan hubungan seksual.

Nabi Luth Alaihissallam pun mengingatkan akan perbuatan tidak terpuji tersebut. Namun kaum Sodom ini malah mengingkarinya dan mengabaikan peringatan dan Nabi Luth (QS Al Qamar: 33–36).

Baca Juga:  Suami Memukul Istri, Ini Hukumnya dalam Islam

Pada akhirnya Allah SWT murka dan menurunkan azab kepada kaum ini. Di mana Allah SWT membalikkan kotanya, gunung-gunung meletus, hingga bebatuan turun menghajar kaum Sodom.

Seketika kaum Sodom langsung tersapu bersih oleh aliran lava panas, hingga bebatuan yang terus menerus menghantam mereka. Sampai pada akhirnya sebagian besar kaum Sodom ini mati dan berubah menjadi batu. Sampai saat ini jenazah membatu kaum tersebut masih ada, dan menjadi bahan penelitian hingga tempat wisata sejarah.

Penelitian arkeologi menyebutkan bahwa kota kaum Sodom ini semula di tepi Laut Mati (Danau Luth) yang terbentang memanjang di antara pembatasan Israel-Yordania.

Kaum Madyan

Terakhir kaum yang dimusnahkan oleh Allah SWT adalah kaum Madyan yang ada pada masa Nabi Syuaib Alaihissallam, semasa hidupnya mereka adalah orang-orang yang keji, berbuat jahat seperti merampok hingga berbuat curang dalam perniagaan (QS Al A’raf: 85).

Ibnu Abbas mengatakan penduduk Madyan merupakan kaum yang sangat melampaui batas. Mereka selalu berbuat curang, misalnya dalam timbangan atau mengambil sesuatu yang bukan pada haknya.

Sebelum diazab oleh Allah SWT, mereka dikenal pandai. Menggali gunung-gunung untuk mencari barang berharga dan dijadikan rumah, seperti kaum Nabi Shaleh Alaihissallam (Kaum Tsamud). Rumah-rumah itu hingga saat ini masih bisa dilihat di Madain Saleh, jaraknya sekira 400 kilometer dari Madinah.

Melihat kaumnya yang berbuat curang, maka Nabi Syuaib Alaihissallam langsung mengingatkannya. Selain itu, Nabi Syuaib juga mengajak kaumnya untuk bertobat dan menyembah Allah SWT. Akan tetapi mereka malah mengingkarinya.

Nabi Syuaib Alaihissallam dituduh berbohong dan tukang sihir, sebab mereka tidak percaya dengan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Syuaib sebagai utusan Allah SWT (QS Hud: 91).

Kaum Madyan pun menantang Nabi Syuaib Alaihissallam untuk menurunkan azab, jika benar ia adalah seorang nabi. Kemudian Nabi Syuaib berdoa, lalu Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan udara yang sangat panas, kering dan mengerikan lagi terdapat awan hitam yang memayungi kaum tersebut, setelah itu mengeluarkan petir. Mereka terkena sambarannya, percikan api, hingga terbakar.

Wallahu a’lam bishawab.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.