Jangan Khawatir, Ini 6 Cara Jitu Hilangkan Kebiasaan Buruk Saat Membaca

Avatar of PortalMadura.com
Membaca
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Membaca merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam memperoleh informasi dan pengetahuan. Semakin banyak Anda membaca, maka semakin banyak pula wawasan yang akan di peroleh.

Namun sayangnya, minat membaca anak zaman sekarang relatif rendah, kondisi seperti ini tentu membawa dampak tersendiri bagi penerus bangsa. Karena niat baca yang rendah membuat seseorang hanya akan mengetahui sedikit informasi. Berbeda dengan niat baca seseorang yang tinggi, tentu akan mengetahui berbagai hal.

Selain itu, sebenarnya ada kendala lain yang kerap mengganggu seseorang untuk malas membaca seperti kebiasaan-kebiasaan yang membuat susah berkonsentrasi dan memahami teks bacaan sehingga membaca menjadi hal yang sangat membosankan.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, sebab berikut ini ada 6 tips jitu untuk menghilangkan kebiasaan buruk saat membaca:

Baca Juga:  Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Ngadukan Nasib ke Dewan

Hindari Membaca dengan Keras Kata-kata dalam Kepalamu
Banyak orang membaca dengan keras saat mereka membaca, baik dengan menggerakkan bibir atau mendengar kata-kata di kepala mereka. Hal ini dikenal dengan sub-vokalisasi dan menjadi salah satu masalah besar yang memperlambat kecepatan baca.

Dengan menghindari sub-vokalisasi, Anda bisa membuat kecepatan baca Anda hingga tiga kali lipat. Anda dapat menghindari membaca keras dengan cara membuat mulut Anda sibuk seperti mengunyah permen karet, bersiul, atau apapun. Mencegah diri sendiri mendengar kata-kata di kepala saat Anda membaca akan sedikit lebih susah, namun dapat dilakukan dengan konsentrasi, latihan, dan kesabaran.

Hindari Membaca Kata Per Kata
Hal umum lain yang memperlambat kecepatan baca Anda dengan signifikan adalah membaca setiap kata secara terpisah. Anda sebaiknya mencoba membaca dengan bagian. Misalnya, kebanyakan pembaca yang kurang berpengalaman akan membaca frase “sapi itu ada di kandang” sebagai “sapi” + “itu” + “ada” + “di” + “kandang”, dan memproses setiap kata secara terpisah.

Baca Juga:  Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Ngadukan Nasib ke Dewan

Namun demikian, otak Anda memiliki kemampuan menakjubkan untuk mengisi kekosongan informasi, jadi jika Anda bisa melatih otak Anda untuk mencerna kalimat “sapi itu ada di kandang” sebagai suatu bagian informasi dengan kata kunci “sapi” dan “kandang”, otak Anda akan mengisi kekosongannya.

Dengan cara ini, Anda bisa mendapat makna yang sama dari sebuah teks dengan hanya membaca sekitar 50% dari kata-katanya. Hal ini mempercepat proses membaca secara signifikan.

Hindari Pergerakan Mata yang Tidak Efisien

Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di  Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.