Jangan Salah, Ini Tujuan Ziarah Kubur yang Sebenarnya

Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Okezone.com
Jangan-Salah,-Ini-Tujuan-Ziarah-Kubur-yang-Sebenarnya
Ilustrasi (iNews)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Hampir setiap Kamis sore atau menjelang malam Jumat, sebagian besar umat muslim memiliki tradisi melakukan ziarah kubur, entah itu ke kuburan keluarga sendiri, para ulama atau tokoh yang disegani.

Biasanya, mereka mengaji atau berzikir saat melakukan ziarah kubur. Dari kebiasaan itu, sudah tahukah Anda apa sebenarnya tujuan dari ziarah kubur?. Sebagaimana diketahui, ziarah ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah, maka tujuan dari ziarah itu pun sebagai umat Muslim harus mengetahuinya.

Dilansir Okezone.com, yang dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Yananto Sulaimansyah menerangkan terkait ziarah kubur berdasarkan riwayat dari Buraidah Ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروها

Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah.” (HR Muslim Nomor 977. Lihat Bahjatun Nazhirin (1/583))

Adapun tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian. Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata:

Semua hadis di atas menunjukkan akan disyariatkannya ziarah kubur dan menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya): ‘Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia.’ Jika tujuan ini tidak tercapai, maka ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syariat.” (Lihat Subulus Salaam (1/502), Maktabah Syamilah)

Bagi orang yang berziarah, maka ziarah kubur dapat mengingatkan kepada kematian, melembutkan hati, membuat air mata menetes, mengambil pelajaran, dan membuat zuhud terhadap dunia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

Artinya: “Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al hujr.” (Al Hujr adalah ucapan yang bathil. Lihat Al Majmu’ (5/310), Maktabah Syamilah. HR Al Hakim (1/376), dinilai hasan oleh Syekh Al Albani dalam Ahkaamul Janaa-iz halaman 229)

Selain itu, ziarah kubur juga bermanfaat bagi mayit Muslim yang diziarahi karena orang yang berziarah diperintahkan mengucapkan salam kepada mayit, mendoakannya, dan memohonkan ampun untuknya. Tetapi, ini khusus untuk orang yang meninggal di atas Islam.

Berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

أن النبي كان يخرج إلى البقيع، فيدعو لهم، فسألته عائشة عن ذلك؟ فقال: إني أمرت أن أدعو لهم

Artinya: “Nabi pernah keluar ke Baqi’, lalu beliau mendoakan mereka. Maka ‘Aisyah menanyakan hal tersebut kepada beliau. Lalu beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan untuk mendoakan mereka’.” (HR Ahmad (6/252). Syekh Al Albani berkata: “Shahih sesuai syarat Syaikhain (yakni Bukhari dan Muslim-red).” Lihat Ahkaamul Janaa-iz halaman 239)

Oleh karena itu ingatlah hal ini, tujuan utama berziarah adalah untuk mengingat kematian dan akhirat, bukan untuk sekadar pelesiran, apalagi meminta-minta kepada mayit yang sudah tidak berdaya lagi. Pahamilah adab ziarah kubur dengan benar.
Wallahu a’lam bissawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.