Jangan Sepelekan! Ini Manfaat Luar Biasa Baca Doa Sebelum Tidur

Avatar of PortalMadura.com
Jangan Sepelekan! Ini Manfaat Luar Biasa Baca Doa Sebelum Tidur
ilustrasi

PortalMadura.Com – Ketika umat Islam beranjak ke tempat tidur, disarankan oleh Rasulullah untuk tidak langsung terlelap dalam tidurnya. Ada beberapa amalan yang perlu dilakukan supaya tidur seseorang bernilai ibadah dan bisa dijaga malaikat serta mendapat perlindungan dari Allah SWT dari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti mengambil wudu terlebih dahulu, lalu membaca doa sebelum tidur, melansir dari Republika.co.id, Selasa (24/9/2019).

Sebagaimana dikisahkan, suatu hari seorang sahabat, Al-Barra bin Azib r.a, berkata: ”Bersabda kepadaku Rasulullah, ”Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah seperti kamu hendak melakukan salat. Kemudian, berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah, ”Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus.” Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan, jadikanlah Ia ucapan terakhirmu” (HR Bukhari 19/372).

Sayangnya, tidak sedikit dari manusia yang lupa untuk mengamalkan anjuran Rasulullah tersebut sebelum tidur. Terutama bagi mereka yang seharian sibuk bekerja, karena badan sudah terasa lelah, akhirnya lebih memilih untuk langsung terlelap di tempat tidur. Padahal, ibadah yang diajarkan Rasullulah itu apabila dikerjakan sebelum tidur maka akan mendatangkan manfaat yang luar biasa. Ibadah tersebut merupakan suatu amalan yang sungguh ringan namun berbobot atau memiliki nilai lebih.

Baca Juga: Umat Islam, Ini 5 Adab Sebelum Tidur yang Perlu Diketahui

Nah, dengan membaca doa seperti di atas, jika seseorang dalam tidurnya menemui ajalnya, maka ia akan dinilai Allah SWT sebagai mati dalam keadaan fitrah (suci). Yang dapat diartikan, orang tersebut mati dalam keadaan semua dosanya diampuni Allah sebagaimana keadaannya saat ia pertama kali dilahirkan oleh ibunya.

Menurut pandangan Islam, ketika seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah dari badannya. Karena itu, saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke dalam jasad orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, bila Allah sudah berkehendak lain tentu Dia berhak menahan ruh orang itu untuk selamanya, sehingga tidak kembali ke badannya. Inilah yang disebut dengan peristiwa kematian.

Untuk itu, bagi seorang Mukmin yang mengerti dan meyakini konsep tersebut tentu tidak akan memutuskan untuk tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tidak bakal bangun lagi untuk selamanya, yakni meninggal dunia atau mati.

Allah SWT berfirman: ”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS Az-Zumar : 42).

Oleh karena itu, saat Rasulullah memberi tahu umat Islam bagaimana cara terbaik mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ajal menjemput saat sedang tidur, maka sudah sepatutnya mereka patuh menjalankannya dengan penuh rasa syukur. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.