Jangan Tertawa Berlebihan, Ini Bahayanya dalam Islam

tertawa
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Tertawa adalah suatu bentuk dari ekspresi suara atau pencerminan dari kebahagiaan yang menghiasi kehidupan manusia. Setiap orang pasti tertawa setiap harinya baik kesesama teman maupun sanak keluarga. Karena hal tersebut merupakan sebuah bentuk atau ungkapan, biasanya ditandai dengan hal-hal yang sifatnya lucu. Tertawa juga menjadi sebuah patokan bagaimana kondisi psikologis seseorang. Selain itu, tertawa menjadi sebuah respon dari suatu kejadian yang dianggap lucu sehingga memancing respon dari saraf motorik.

Dalam islam tertawa bisa dinggap sebagai sebuah ibadah yang hampir menyerupai dengan budaya tersenyum. Namun, adakalanya seseorang menjadi lepas kontrol sehingga tertawanya pun memjadi berlebihan hingga terbahak-bahak dan menimbulkan suara yang terkesan keras dan berisik. Dalam hal ini maka kadar tertawa yang seharusnya dapat menjadi bagian dari ibadah malah bisa membahayakan. Abul-Fath Al-Busti rahimahullah mengatakan:

“Berikanlah istirahat pada tabiat kerasmu yang serius, Dirilekskan dulu dan hiasilah dengan sedikit canda, Tetapi jika engkau berikan canda kepadanya, jadikanlah ia, Seperti kadar engkau memasukkan garam pada makanan”

Perkataan Abul-Fath Al-Busti menyiratkan bahwa tertawa atau bercanda haruslah sesuai dengan kadarnya. Sebab jika berlebihan maka hal tersebut seperti Anda memasukkan garam yang terlalu banyak pada makanan. Hasilnya sudah pasti asin. Begitulah ia mengibaratkan tertawa yang dilebih-lebihkan.

Rasulullah SAW juga pernah bercanda. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, para sahabat pernah berkata kepada Rasulullah SAW :

Ya Rasulullah! Sesungguhnya engkau sering mencandai kami.” Beliau pun berkata: “Sesungguhnya saya tidaklah berkata kecuali yang haq (benar).”

Dalam islam sendiri segala sesuatu yang berlebihan sudah tentu tidaklah baik. Allah SWT mengingatkan hamba-Nya dari perbuatan tersebut :

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)

Faktanya tertawa berlebihan dapat menimbulkan bahaya yang secara tidak langsung atau tanpa kita sadari. Berikut adalah bahaya tertawa berlebihan dalam Islam.

1. Mematikan Hati

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah memberikan beberapa nasihat kepada Abu Hurairah radhiallahu anhu, di antara nasihat tersebut yakni:

“Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.”

Rasulullah sendiri telah mengingatkan bahwa tertawa yang berlebihan dapat membahayakan diri. Bahaya tersebut ialah mematikan hati. Mengapa demikian, sebab seorang yang banyak tertawa akan seperti orang yang tidak memiliki sedikitpun tanggung jawab dalam hidupnya.

Kita tahu, tugas utama umat manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Seorang yang tertawa berlebihan akan dapat lalai terhadap tugasnya tersebut, sehingga lama kelamaan akan mematikan hatinya.

Apabila seseorang terbiasa untuk tertawa dan bersenda gurau, maka hatinya menjadi keras dan sebagai akibatnya adalah ketika dinasihati itu tidak akan berguna bagi dirinya. Apabila ia diingatkan maka ia tidak akan pernah sadar, karena hatinya telah terlanjur dipenuhi canda, gurau, dan tawa hingga menjadikannya lemah.

Baca Juga:  7 Cara Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Wafat

2. Menghilangkan Cahaya Wajah

Tertawa berlebihan dapat menghilangkan cahaya wajah. Sebab tertawa akan membuat saraf saraf otot diwajah tertarik, jika dalam kondisi yang sama terus menerus bukan berarti dapat membuat otot-otot tersebut menjadi rusak. Namun, akibatnya wajah Anda akan memiliki banyak kerutan, itu berarti ketampanan dan kecantikan Anda tidak akan tampak lagi. Hal tersebut tertuang dalam hadist berikut ini.

“Janganlah engkau banyak ketawa, karena banyak ketawa itu akan mematikan hati, yang menghilangkan cahaya wajah” (Hadist Bukhari Muslim)

3. Membuat Seorang Berpikiran Apatis

Seorang yang tertawa berlebihan juga dapat membuatnya berpikiran Apatis. Ia akan lupa terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Inilah yang kemudian memembuat seseorang menjadi lupa bahwa ada Allah SWT yang telah menciptakannya dan memberika tugas di muka bumi ini. Pemikiran apatis ini timbul sebagai akibat dari aktivitas tertawa yang berlebihan.

4. Menimbulkan Kesan Bahwa Anda Bukan orang yang Bisa Diajak Serius

Tertawa merupakan sebuah indikasi bahwa dalam hidup kita haruslah sekali-kali bersikap santai. Tertawa sendiri juga menjadi bentuk untuk lebih rileks dalam menghadapi hidup.

Namun, jika tanpa melihat situasi kondisi dan tempat Anda selalu tertawa berlebihan maka ini menjadi indikasi bahwa Anda seorang yang slengean, bahkan semua orang berfikir Anda bukan merupakan pribadi yang bisa diajak serius. Tentunya ini akan berbahaya bagi pandangan orang lain terhadap Anda.

5. Seperti Orang yang Lupa Akhirat

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk tidak tertawa berlebihan. Dasarnya ialah agar kita selalu ingat bahwa masih akan ada kehidupan setelah dunia. Yakni merupakan kehidupan akhirat dimana untuk menjalani kehidupan dibutuhkan keseriusan.

Karenanya tertawa yang berlebihan akan bisa membuat seseorang melupakan kehidupan akhirat. Sudah pasti celakalah ia kelak. Karenanya kita selalu dituntut untuk memperbaiki diri dalam islam.

6. Melanggar Adab

Dalam tatanan kehidupan sebagai umat muslim kita dibatasi oleh aturan dan adab yang mengikat. Hal ini untuk mengatur hidup agar sesuai dengan tatanan dan aturan yang ada. Tertawa berlebihan diartikan sebagai salah satu bentuk yang melanggar adab, terutama diwilayah timur Indonesia.

Tertawa berlebihan akan memberikan dampak negatif yang tentunya akan membuat orang lain menjadi risih. Yang pasti dalam adat ketimuran kebiasaan tertawa berlebihan melanggar norma dan tata krama serta tergolong tidak sopan.

Baca Juga:  Bagaimana Jika Terlanjur Makan Barang Haram? Ini yang Harus Dilakukan

7. Dapat Merusak Hubungan Dengan Orang Lain

Bahaya tertawa berlebihan ternyata memiliki dampak yang lebih luas sebagaimana Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Hujurat: 11)

8. Menimbulkan Suara Berisik

Volume saat anda tertawa secara berlebihan tentu akan terdengar sangat bising. Apalagi jika hal tersebut dilakukan pada situasi dan kondisi yang ramai orang. Misalnya saat sedang ada ujian atau tes. Tentunya suara yang ditimbulkan akan membuat kegaduhan dan dapat menganggu konsentrasi orang lain. Jangan sampai kemudian Anda disalahkan sebagai biang kegagalan ujian karena tertawa berlebihan yang Anda lakukan.

9. Menganggu Kenyamanan Orang Lain

Tertawa berlebihan akan mengganggu kenyamanan orang lain. Sudah pasti tentunya, sebab jika dilakukan di tempat-tempat umum maka Anda dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman karena suara tertawa Anda yang berlebihan. Karena itu, sebisa mungkin jagalah tertawa Anda apalagi saat berada dilokasi yang terdapat banyak orang. Agar Anda tidak dicap sebagai seorang yang cari perhatian atau perusak suasana.

10. Membuat Ketidakseimbangan Kerja Hormon di Dalam Tubuh

Tahukah Anda, bagaimana tubuh dapat bekerja secara efisien dan efektif ? Itu karena disebabkan oleh kerja hormon yang seimbang dan saling berkaitan. Penting untuk anda sadari bahwa saat anda tertawa berlebihan, maka kadar hormon serotonin akan meningkat didalam otak.

Peningkatan ini sudah pasti akan membuat terganggunya kerja hormon lain. Sehingga kelak akan meimbulkan adanya gangguan hormon. Entah Anda sadari atau tidak namun, inilah mekanisme yang akan terjadi dalam tubuh.

Informasi diatas semoga menambah khazanah kita dan semakin mengingatkan kita untuk selalu memiliki kontrol dalam melakukan segala sesuatu. Perlu diingat bahwa Allah SWT tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan sekalipun itu dala bentuk ibadah apalagi tertawa. (dalamislam.com/Nanik)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.