oleh

Jembatan Holtekamp Jayapura Resmi Beroperasi Juli 2019

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa jembatan Holtekamp yang akan menjadi ikon baru kota Jayapura akan siap digunakan pada Juli mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan saat ini pihaknya terus mendorong penyelesaian pembangunan jembatan Holtekamp yang berada di atas Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (2/4/2019).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Menurut dia, keberadaan jembatan dengan tipe pelengkung baja ini memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dari semula 2,5 jam menjadi 1 jam.

Menteri Basuki menambahkan fungsi jembatan ini selain meningkatkan konektivitas dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw, juga dapat menjadi solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura.

“Sebelum adanya jembatan, penyebaran penduduk Kota Jayapura tidak merata,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa.

Menteri Basuki melanjutkan pembangunan jembatan Holtekamp merupakan kolaborasi antara Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter dan konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelesaian pembangunan jalan pendekat Jembatan Holtekamp sepanjang 9.950 meter dengan progres 74,5 persen,” lanjut dia.

Sementara Pemerintah Provinsi Papua juga sudah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sepanjang 30 meter dan jembatan pendekat sepanjang 270 meter di sisi Holtekamp.

Kemudian Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter.

“Total biaya pembangunan Jembatan Holtekamp sebesar Rp1,3 triliun,” ungkap Menteri Basuki.

Dia menjelaskan pembangunan konstruksi jembatan sudah selesai dan saat ini tengah menyelesaikan jalan pendekat jembatan ke Skouw.

“Masih ada 7 km lagi yang belum diaspal, kini sedang dalam pengerjaan dan akan selesai bulan Juli 2019 dan siap diresmikan,” kata Menteri Basuki.

Dia menambahkan proyek ini merupakan kali pertama pelaksanaan pembangunan jembatan dengan pelengkung baja sepanjang 112,5 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton yang dibuat utuh oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya kemudian dibawa ke lokasi menggunakan kapal menempuh jarak 3.200 Km.

Pembangunan jembatan ini dikerjakan konsorsium kontraktor konstruksi PT. Pembangunan Perumahan, PT. Hutama Karya dan PT. Nindya Karya.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar