oleh

Juli, Sumenep Mengalami Inflasi Sebesar 0,86 Persen

PortalMadura.Com, Sumenep – Pada bulan Juli tahun 2015, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,51 persen dan Nasional juga mengalami inflasi sebesar 0,93 persen.

“Dari 8 kabupaten/kota di Jawa Timur, Sumenep mengalami inflasi tertinggi ketiga setelah Banyuwangi dan Jember,” kata Suparno, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Selasa (4/8/2015).

Ia menyatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 2,75 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,26 persen, kelompok sandang sebesar 0,66 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen.

“Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,02 persen,” paparnya.

Komuditas yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah beras, daging sapi, cabai rawit, daging ayam ras, daging ayam kampung, udang basah, cumi-cumi, angkutan antar kota, daun bawang dan hati sapi.

“Komuditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang merah, telur ayam ras, cakalang/sisik, emas perhiasan, gula pasir, bayam, tongkol/ambu-ambu, tomat sayur, cabai merah, dan bawang putih,”tegasnya.

Ia menambahkan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juli 2015) Sumenep sebesar 1,23 persen, Jawa Timur sebesar 1,74 persen dan Nasional sebesar 1,90 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2014 terhadap Juli 2015) Sumenep sebesar 6,46 persen, Jawa Timur sebesar 6,81 persen dan Nasional sebesar 7,26 persen,” tukasnya. (arifin/choir)


Komentar