oleh

Kakak Beradik Lumpuh Tinggal di Bekas Kios Pasar

SUMENEP (Portalmadura) – Sungguh malang nasib dua pemuda, Irwan (16) dan Sumaryono (26), warga Dusun Palegin, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kakak beradik tersebut, lumpuh sejak lahir. Saat ini menempati bekas kios pasar di kampungnya dengan kondisi reyot dan hanya menggunakan tabir dari anyaman bambu yang sudah terlihat bolong-bolong.

Abdurrahman, kakek kedua pemuda itu menceritakan, jika Irwan dan Sumaryono ditinggal ibunya, Sumiati, sejak berumur 10 tahun. Ibu tercintanya meninggal karena penyakit yang diderita.

“Saat itu juga, bapaknya kawin lagi,” terang Abdurrahman, Senin (24/2/2014).

Kedua pemuda yang mengalami keterbelakangan mental ini, akhirnya diasuh oleh kakek dan neneknya dengan kondisi ekonomi serba kekurangan. Bahkan, rumah milik kakeknya juga rusak diterjang puting beliung. Sehingga, mereka terpaksa menempati rumah gedek bekas kios pasar.

Misnati, nenek kakak beradik ini juga mengungkapkan, untuk merawat dua orang cucunya tidak mempunyai kemampuan, sehigga tidak pernah diobati sejak mengalami keterbelakangan mental dan lumpuh.

Saat ini, Misnati hanya berjualan rujak dan kopi di sebuah warung dekat gubuk reyot yang mereka tempati. “Dari menjual rujak dan kopi, hanya mampu mengumpulkan uang 30 ribu rupiah setiap hari. Kadang, hanya 10 ribu rupiah,” terang Misnati sambil meneteskan air mata.

Pengakuan Misnati, selama ini luput dari bantuan program pemerintah, seperti BLSM, Raskin dan bantuan kesehatan lainnya.

Dia hanya pernah diberi bantuan berupa batu bata dari pihak kecamatan. Namun, batu bata itu dibiarkan. Karena tidak mempunyai uang untuk membeli bahan material lainnya untuk dibangun rumah. “Batu bata itu masih ada dan dibiarkan,” ucapnya.

Misnati tetap berusaha tabah dan bersyukur dengan kondisi saat ini. Dalam kesehariannya mengaku sering terlintas bahwa tidak pernah diniatkan untuk hidup serba kekurangan.

“Mungkin sudah nasip. Mau apa lagi, semoga ada yang peduli dengan kondisi kami,” pungkasnya.(sai/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar