oleh

Kantor DPRD Pamekasan Dibobol, Cabut Server CCTV dan Brankas Dicongkel

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dibobol maling. Ironisnya, aksi pembobolan tersebut itu sempat terekam kamera CCTV, Senin (13/4/2020) pukul 02.22 WIB dini hari.

Dalam rekaman CCTV, pelaku pembobolan itu awalnya terlihat bermaksud masuk dari pintu belakang kantor yang beralamat di Jalan Kabupaten tersebut. Namun, karena terkunci rapat, akhirnya mengurungkan niatnya dan mencoba melewati jendela kantor. Pelaku terlihat mengenakan penutup kepala dan sarung tangan.

Usaha tersebut rupanya tidak berhasil, pelaku akhirnya melewati fentilasi kamar mandi sisi pojok barat yang ukurannya kecil. Karena tubuhnya yang terlihat kurus, pelaku berhasil masuk ke dalam kantor. Anehnya, setelah berhasil masuk, kemudian ia mencongkel pintu bagian umum dan mencabut server CCTV agar aksinya tidak terdeteksi.

Baca Juga: Pertahankan Zona Hijau, Begini Cara Bupati Sumenep Edukasi Warga dan Sebar Masker Gratis

Praktis, pelaku dengan leluasa mengacak acak sejumlah ruangan di kantor DPRD tersebut. Pelaku diduga menggunakan alat sejenis linggis untuk membuka sejumlah ruangan melihat kerusakan pintu. Terdapat ada tiga ruangan yang berhasil dimasuki pelaku. Yakni ruang bagian keuangan, bagian umum dan ruang bagian persidangan.

Di dalam ruang bagian keuangan, pelaku merusak brangkas keuangan yang ada di dalam. Namun, aksinya gagal lantaran brangkas yang terbuat dari besi dengan lapisan semen pada bagian dalam tersebut tidak bisa dibuka. Hanya kunci brangkas terlihat rusak parah.

“Diantara kesedihan dan musibah ini alhamdulillah tidak ada yang hilang. Hanya pengrusakan di pintu-pintu, terutama di tiga bagian, ruangan bagian keuangan, umum dan bagian persidangan. Yang paling fatal dirusak di bagian keuangan, yaitu brangkas uang. Tapi alhamdulillah tidak sampai terbuka,” terang Sekretaris DPRD Pamekasan, Masrukin.

Hasil analisa CCTV, pelaku buram atau tidak bisa terlihat lantaran menggunakan penutup kepala serta merusak jaringan. Pihaknya tidak mau mengandai-andai atas peristiwa tersebut, pihaknya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Mengingat, kantor DPRD merupakan ruang publik yang memperbolehkan setiap orang masuk.

“Mungkin brangkas itu yang dituju, tapi tidak sampai dibuka karena sistem keamanannya yang maksimal. Kebetulan (di dalam brangkas, red) kosong, karena di kita tidak boleh simpan uang, hanya buku-buku catatan,” jelasnya.

Masrukin memastikan tidak ada kehilangan dalam peristiwa tersebut. Termasuk uang, dokumen, serta fasilitas seperti kamputer, dan laptop.

Menurutnya, pertama kali aksi pembobolan tersebut diketahui oleh cleaning service yang datang paling awal di pagi hari ke kantor DPRD untuk membersihkan lantai dan ruangan. Karena kaget melihat sejumlah ruangan terbuka tidak wajar, petugas itu kemudian menghubungi salah satu pegawai.

Polisi dari satreskrim Polres Pamekasan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kalau soal penyidikan itu urusan Polres, jangan ke kami. Silahkan konfirmasi ke Polres,” tutup mantan Kasatpol PP tersebut.

Penulis : Marzukiy
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar