oleh

Keistimewaan dan Amalan di Bulan Muharam

PortalMadura.Com – Tahun baru Islam atau Hijriah kini tinggal beberapa hari lagi. Dalam kalender Islam tersebut yang menjadi bulan pertama tahun Hijriah, yaitu bulan Muharam. Di bulan ini, umat Islam dilarang berperang karena termasuk bulan yang sangat dihormati. Mengapa demikian?.

Pasalnya, Muharam merupakan salah satu bulan perdamaian atau bulan gencatan senjata yang menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih dahulu, melansir dari laman Republika.co.id, Senin (17/8/2020).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Sepatutnya, umat Islam menghormati dan memaknai Muharam dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan. Sebab, Rasulullah pada khutbah haji wada-yang juga di bulan haram-mewanti-wanti umatnya agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.

Adapun esensi dari spirit Muharam adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun spiritual. Karena itu, di bulan Muharam Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berpuasa sunah: Asyura (puasa pada hari kesepuluh di bulan ini).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam” (HR Muslim).

Baca Juga: Umat Islam, Lakukan 3 Amalan Sunah Ini di Bulan Muharam

Ibnu Abbas berkata: “Aku tak melihat Rasulullah mengintensifkan puasanya selain Ramadan, kecuali puasa Asyura” (HR Bukhari).

Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Rasulullah bersabda: “Puasa Asyura itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya” (HR Muslim).

Melalui puasa sunah itulah, umat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah, sehingga perdamaian dan ketenteraman hidup dapat diwujudkan dalam pluralitas berbangsa dan bernegara.

Selain itu, puasa sunah di bulan Muharam sepertinya juga harus menjadi momentum islah bagi semua pihak. Hal ini supaya perdamaian dan ketenteraman terwujud. Muharam juga harus dimaknai sebagai bulan anti maksiat, yakni dengan menjauhi larangan-larangan Allah SWT, seperti fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, korupsi, teror, dan narkoba.

Muharam juga penting dijadikan sebagai bulan keselamatan bersama dengan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang dapat menyengsarakan manusia, baik di darat, laut, maupun di udara. Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar