oleh

Kekerasan Terhadap Perempuan Mayoritas Terjadi di Ranah Pribadi

PortalMadura.Com, Jakarta – Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengungkapkan jumlah kekerasan di ranah pribadi menjadi kasus dominan yang dilaporkan pada 2018.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Aminudin mengatakan berdasarkan catatan Tahunan Komnas Perempuan, kekerasan di ranah privat mencapai 71 persen.

“Ranah pribadi paling banyak dilaporkan dan tidak sedikit korban yang mengalami kekerasan seksual,” ujar Mariana, di Jakarta.

Mariana menjelaskan dalam kasus itu korban dan pelaku berada dalam relasi perkawinan, kekerabatan atau relasi kedekatan lainnya. Berupa kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan dalam pacaran dan inses.

Sepanjang 2018, ujar Mariana, terdapat 1071 kasus perkosaan yang dilakukan oleh orang yang memiliki hubungan darah.

Mayoritas pelakunya, lanjut Mariana, adalah ayah kandung atau paman.

“Ini fakta mengkhawatirkan di tengah kuatnya konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai wali dan pemimpin keluarga yang diharapkan dapat melindungi perempuan dan anak,” ungkap Mariana. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (7/3/2019).

Komnas Perempuan juga mencatat kekerasan terhadap istri menjadi jumlah dominan pada kategori kekerasan dalam rumah tangga, sebanyak 5.114 kasus.

Sedang kekerasan dalam pacaran 2.073 kasus, kata Mariana, dan kekerasan terhadap anak perempuan 1.417 kasus.

Mariana menuturkan kekerasan terhadap anak perempuan menurun ketimbang 2017 yang mencapai 2.227.

Sementara jumlah kasus kekerasan terhadap istri tetap menjadi dominan seperti Tahun lalu.

Selain di ranah pribadi, kata Mariana, kekerasan terjadi juga di ranah publik atau komunitas sebanyak 28 persen dan di ranah Negara 0,1 persen.

Kasus kekerasan terhadap perempuan di ranah Negara yang dilaporkan, ujar Mariana, adalah penggusuran akibat pembangunan geothermal di Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat.

Juga kasus pelecehan seksual perempuan pembela HAM di Surabaya, dan di DKI Jakarta oleh Satpol PP.

Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.