oleh

Kelangkaan Pupuk Masih Terjadi Di Sampang

SAMPANG (PortalMadura) – Puluhan petani dari Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendatangi ruang Komisi B DPRD setempat, Senin (30/12/2013). Mereka mempertanyakan persoalan langkanya pupuk SP-36.

Kedatangan para petani tersebut sebagai bentuk protes atas ketidak arifan dewan dalam menyikapi kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sampang, Abd Muhyi mengatakan, pemerintah tidak pernah memikirkan kondisi petani, karena sampai sekarang pupuk yang sangat dibutuhkan oleh petani masih saja langka.

Di pasaran pun stok pupuk sudah mulai kosong. Sedangkan petani waktunya memupuk tanamannya.

“Sudah tau kosong, pemerintah masih saja diam, kami bukan mau meminta, kami mau membeli pak, kami tegaskan kosongnya pupuk ini telah mengancam para petani akan gagal panen,” ujar Abd Muhyi

Menanggapi hal itu, Samsul Arifin salah satu anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sampang mengakui jika pemerintah sepertinya tidak mau tau dengan kekurangan stok pupuk yang dibutuhkan petani.

“Pemerintah sepertinya tidak mau tau dengan keadaan ini, buktinya sampai saat ini tidak ada gerakan dari pemerintah. Padahal sekarang sudah mulai cocok tanam,” ujarnya.

Syamsul berjanji, akan terus menelusuri penyebab kosongnya pupuk SP-36 diberbagai daerah di Kabupaten Sampang terutama di Kecamatan  Jrengik.

“Saya yakin ini ada permainan antara distributor dan kios, bisa saja dijual ke Pamekasan atau ke Bangkalan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Agus Santoso, melalui Kabid Tehnik Suyono mengaku jika Kabupaten Sampang memang kekurangan pupuk SP-36.

Hal tersebut disebabkan adanya pengurangan jatah dari provensi pada setiap kabupaten.

“Di tahun 2013 memang ada pengurangan jatah dari tupoksi sebelumnya, hal itu agar para petani lebih memanfaatkan pupuk organik dari pada pupuk pabrikan,” tandasnya.(lora/htn).


Komentar